Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Polwan Polres Ende Hadirkan Keceriaan di Tengah Trauma Gempa, Siswa SD Inpres Tetandara Kembali Tersenyum

Avatar photo
Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket.Foto: Polwan Polres Ende Kembalikan Senyum Anak - Anak Yang Trauma Akibat Gempa. Istimewa

Redaksi76.com || Ende – Di tengah sisa ketakutan akibat gempa, tawa anak-anak kembali terdengar di SD Inpres Tetandara, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Jajaran Kepolisian Resor Ende bersama Polisi Wanita (Polwan) menggelar kegiatan trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis para siswa, Sabtu (12/9/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keceriaan. Para siswa diajak mengikuti berbagai permainan dan aktivitas interaktif yang dirancang untuk membangun kembali rasa aman, kepercayaan diri, serta semangat mereka untuk kembali belajar dan beraktivitas secara normal.

Kepala SD Inpres Tetandara, Tersita Mei, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polres Ende yang telah hadir memberikan pendampingan kepada para siswa.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih atas kunjungan Bapak-bapak dari Kepolisian Resor Ende dan Ibu-Ibu Polwan yang telah berkenan datang untuk melaksanakan kegiatan trauma healing di sekolah kami,” ujar Tersita Mei.

Menurutnya, kehadiran personel kepolisian memberikan dampak positif bagi kondisi emosional anak-anak. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap kegiatan yang diberikan.

“Sungguh luar biasa karena anak-anak kami pada hari ini sangat bergembira dan bersukacita,” katanya.

Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., mengatakan pemulihan pascagempa tidak cukup hanya melalui bantuan fisik. Kondisi psikologis, khususnya anak-anak, juga perlu mendapat perhatian.

“Kami hadir untuk memulihkan keseimbangan emosional dan mental anak-anak yang sempat terganggu akibat rasa takut saat gempa terjadi. Melalui permainan dan dukungan psikologis ini, kami ingin memastikan rasa aman serta keceriaan mereka kembali,” kata Yudhi.

Baca Juga :  Terkait Pembatalan ETMC 2025 di Ende Rian Laka : Ini Bukan Salah ASKAB

Ia menegaskan, Polres Ende berupaya memastikan anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dibayangi trauma berkepanjangan.

“Kami ingin mengembalikan keceriaan dan rasa aman mereka, sehingga proses tumbuh dan belajar bisa kembali normal. Anak-anak harus mendapatkan ruang untuk bangkit dan kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujarnya.

Pendekatan trauma healing tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan pendampingan secara humanis kepada masyarakat terdampak bencana.

Bagi anak-anak, kehadiran orang dewasa yang memberikan rasa aman dan mengajak mereka kembali bermain menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Ende berharap senyum dan tawa yang kembali hadir di lingkungan sekolah dapat menjadi langkah awal bagi para siswa untuk bangkit dari pengalaman traumatis akibat gempa.

Kehadiran Polwan di tengah anak-anak juga menunjukkan bahwa penanganan pascabencana bukan hanya soal evakuasi dan bantuan material, tetapi juga tentang merawat harapan dan memastikan anak-anak tetap memiliki ruang untuk tumbuh dengan rasa aman.

Polda NTT — Penuh Kasih dari Timur, Menguatkan Indonesia.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung