Ende – Upaya penguatan literasi nasional kembali menemukan momentumnya di daerah. Pemerintah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama Bunda Literasi Kabupaten Ende, menggagas sebuah inisiatif strategis bertajuk Gerakan Orang Tua Peduli Literasi Anak Usia Dini, sebagai bagian dari ikhtiar membangun fondasi budaya baca yang kokoh sejak tahap awal kehidupan anak.
Peluncuran program yang dilaksanakan di lingkungan Paroki Gereja Mautapaga tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif lintas elemen, dengan melibatkan institusi keagamaan sebagai ruang pembinaan sosial yang dekat dengan dinamika kehidupan keluarga.
Dukungan penuh dari pihak gereja turut mempertegas pentingnya sinergi antara nilai edukatif dan spiritual dalam pembentukan generasi masa depan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende, Lambertus Sigasare, menegaskan bahwa transformasi budaya literasi tidak dapat semata-mata bertumpu pada institusi formal seperti sekolah atau intervensi pemerintah.
Ia menempatkan keluarga sebagai episentrum utama dalam proses internalisasi kebiasaan membaca.
“Literasi merupakan praksis kultural yang harus ditanamkan sejak dini melalui lingkungan keluarga. Orang tua memiliki posisi determinan sebagai fasilitator sekaligus teladan dalam membangun kedekatan anak dengan buku dan pengetahuan,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













