Senada dengan hal tersebut, Bunda Literasi Kabupaten Ende, Cici Badioda, menyoroti urgensi kehadiran orang tua dalam mendampingi proses literasi anak, khususnya di tengah arus digitalisasi yang kian masif dan berpotensi menggeser preferensi anak dari buku ke perangkat digital.
“Pendampingan literasi oleh orang tua tidak hanya berdimensi kognitif, tetapi juga afektif. Aktivitas membaca bersama menjadi medium strategis dalam membangun ikatan emosional sekaligus memperkuat kapasitas literasi anak secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Secara implementatif, program ini dikemas melalui pendekatan partisipatif dan interaktif, meliputi kegiatan membaca bersama, mendongeng, permainan edukatif, serta eksplorasi buku bergambar yang dirancang untuk menstimulasi minat baca anak.
Respons positif dari peserta menunjukkan adanya kebutuhan sekaligus potensi besar dalam pengembangan literasi berbasis keluarga.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Ende berkomitmen memperluas cakupan program ini ke berbagai paroki, komunitas, dan lembaga sosial lainnya, guna memastikan keberlanjutan serta pemerataan akses literasi di seluruh wilayah.
Melalui gerakan ini, diharapkan terbangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, daya pikir kritis, serta budaya baca yang mengakar sebagai prasyarat menuju masyarakat yang maju, adaptif, dan berdaya saing global.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













