Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Oknum Polisi di Sikka Dilaporkan Ke Polres Karena Hamili Istri Orang

Avatar photo

Dalam pertemuan tersebut, Maria dan Aipda Patrik sepakat menyerahkan anak laki-laki kepada kliennya. Sejak saat itu, klien Fransisco tinggal bersama kedua anaknya tanpa kehadiran seorang ibu.

Selain masalah moral, Fransisco juga menyoroti pinjaman atas nama istri kliennya di Koperasi Kredit Obor Mas Maumere sebesar Rp 50 juta dengan jaminan sertifikat milik orang tua klien. Meski sempat difasilitasi oleh anggota Propam Polres Sikka untuk mediasi, hingga kini janji pengembalian sertifikat yang ditandatangani oleh Aipda Patrik tidak juga ditepati.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

“Lebih parah lagi, saat mediasi, Aipda Patrik mengaku sebagai suami sah dari istri klien kami. Ini jelas penghinaan terhadap institusi perkawinan yang sah dan terhadap institusi Polri,” tegas Fransisco.

Atas peristiwa ini, Fransisco menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah hukum. Kliennya melaporkan Aipda Patrik dan Maria Patrisia Sare ke SPKT Polres Sikka dengan dugaan perzinahan sebagaimana diatur dalam Pasal 284 KUHP. Selain itu, aduan pelanggaran etik juga telah dilayangkan ke Propam dengan tanda terima laporan pada 14 Mei 2025.

“Kami mendesak Kapolda NTT agar memerintahkan pemeriksaan intensif terhadap Aipda Patrik, membebastugaskannya dari seluruh jabatan, serta menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat. Selain itu, kami juga meminta agar proses hukum atas dugaan tindak pidana perzinahan ini dilanjutkan hingga tahap penuntutan,” ujarnya.

Fransisco menegaskan bahwa tindakan oknum polisi tersebut telah mencoreng wibawa Polri sebagai institusi penegak hukum dan pelindung masyarakat. Karena itu, penanganan kasus ini menjadi ujian bagi integritas dan keseriusan institusi dalam menindak pelanggaran berat di internalnya.
“Kami percaya Kapolda NTT akan mengambil langkah tegas dan adil demi memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Jangan beri ruang bagi pelanggar etik dan hukum di tubuh Polri,” tutupnya.

Baca Juga :  Masyarakat Rukun Lima Dan Pemangku Ulayat Tanah Rodja Tolak Bukit Rodja Dijadikan TPA

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Sikka terkait laporan yang disampaikan kuasa hukum tersebut.( tim)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung