Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Krisis Minyak Tanah di Kota Ende Kian Kronis, Warga Pertanyakan Peran Disperindag

Avatar photo
Ket. Foto: Kantor Disperindag Kabupaten Ende. Istimewa

Redaksi76.com || Ende – Polemik berkepanjangan mengenai kelangkaan minyak tanah di Kota Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mencuat dan menuai respons kritis dari berbagai elemen masyarakat.

Fenomena yang telah menjadi “langganan tahunan” ini memicu kekhawatiran publik atas lemahnya pengawasan oleh instansi terkait.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Salah satu suara kritis datang dari FD, warga Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur. Dalam keterangannya kepada media ini pada Selasa, 5 Agustus 2025, FD mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terhadap krisis tersebut.

“Mencari minyak tanah di Ende ibarat mencari Tuhan – sulit dijangkau,” ujarnya penuh kekecewaan.

FD menilai, kelangkaan yang terus berulang setiap tahun pada periode yang sama merupakan cerminan dari kegagalan sistemik, khususnya dalam hal pengawasan distribusi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende.

“Ini bukan lagi soal teknis, tapi soal komitmen. Apa sebenarnya yang dikerjakan oleh Disperindag? Mengapa masalah serupa terus terjadi setiap tahun di bulan-bulan yang sama?” tegasnya.

Ia mendesak agar Disperindag melakukan evaluasi menyeluruh dan pengawasan intensif terhadap seluruh jalur distribusi, mulai dari agen hingga pangkalan resmi.

“Sudah saatnya Disperindag turun tangan secara serius. Lakukan audit menyeluruh terhadap distribusi dan temukan akar persoalannya. Apalagi menurut Pertamina, penyaluran ke pangkalan berlangsung normal dan sesuai permintaan,” tambahnya.

Tak hanya itu, FD juga mencurigai adanya penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi oleh pihak-pihak tertentu, yang diduga berasal dari kalangan industri atau perusahaan.

“Saya menduga kuat, ada oknum perusahaan yang menggunakan minyak tanah bersubsidi dalam jumlah besar untuk kepentingan usaha mereka. Ini harus diselidiki,” pungkasnya.

Baca Juga :  FPUI Kabupaten Ende Gelar Aksi Kemanusiaan: Bagikan Masker kepada Masyarakat Terdampak Abu Vulkanik

Kelangkaan minyak tanah yang terus berulang ini dinilai telah memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat kecil, khususnya mereka yang masih sangat bergantung pada bahan bakar tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Publik kini menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah, khususnya Disperindag, untuk mengatasi persoalan ini secara tuntas dan berkelanjutan.

Hingga berita diturunkan, Kadis Perindag Kabupaten Ende belum membalas pesan konfirmasi tim media ini.

Penulis: Arnold Dewa

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung