Redaksi76.com || Kupang – Langit pagi di Mapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) terasa berbeda. Udara segar menyatu dengan suasana haru dan semangat dalam upacara Farewell and Welcome Parade—sebuah momen sakral pergantian tongkat estafet kepemimpinan.
Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si kini resmi menjabat sebagai Kapolda NTT, menggantikan Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga yang mendapat amanah baru sebagai Kasespim Lemdiklat Polri.
Suasana lapangan Polda saat itu tidak sekadar dipenuhi dengan barisan formal dan protokol. Di balik barikade hormat, ada tatapan mata yang menyimpan kenangan dan harapan.
Irjen Pol Rudi Darmoko, dengan nada suara rendah namun mantap, mengungkapkan rasa hormatnya kepada sosok yang ia gantikan.
“Saya bangga menggantikan Pak Daniel—beliau senior terbaik saya, dan banyak bimbingan beliau yang membuat saya bisa sampai di titik ini,” ujar Rudi, dengan nada hormat yang tulus.
Bukan hanya sekadar seremoni, momen itu terasa seperti sebuah peralihan nilai dan semangat. Irjen Rudi menyatakan bahwa dirinya tak akan mengubah arah haluan yang telah dibangun pendahulunya.
Menurutnya, yang ia lakukan adalah memperkuat fondasi yang sudah kokoh, sekaligus menyempurnakan program yang masih berproses.
“Program beliau luar biasa. Saya sudah perintahkan anggota untuk teruskan yang belum selesai. Kita akan bersinergi dengan semua elemen, dari Forkopimda hingga masyarakat akar rumput,” tegasnya.
Keindahan Alam, Kehangatan Masyarakat
Tak butuh waktu lama bagi Irjen Rudi untuk jatuh cinta pada bumi Flobamora. Ia menyebut NTT sebagai wilayah dengan lanskap alam menawan dan masyarakat yang penuh kehangatan.
“NTT itu indah, luar biasa. Tapi bukan hanya alamnya. Masyarakatnya sopan, damai, dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Saya yakin itu modal besar bagi Polda untuk membangun keamanan yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, sosok Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga mengemas perpisahannya dengan kesederhanaan dan pesan yang menyentuh. Ia bukan hanya meninggalkan jabatan, tapi juga kenangan mendalam tentang sebuah daerah yang telah menjadi bagian dari hidupnya.
“NTT bukan hanya tempat tugas, tapi juga rumah kedua saya. Masyarakat di sini sangat terbuka, bersahabat, dan religius. Saya diterima dengan hangat di mana pun saya berada—di Flores, Lembata, Alor, Sumba, hingga Timor,” kenangnya.
Ia tak lupa menyisipkan permohonan maaf atas segala kekurangan selama satu setengah tahun memimpin. Namun di balik itu, ia juga menitipkan harapan kepada penerusnya.
“Fokus polisi itu satu: masyarakat. Layani mereka dengan tulus. Arahkan seluruh kekuatan untuk masyarakat. Kalau itu dilakukan, semua akan berjalan baik,” pesan Daniel, menutup sambutannya.
Lebih dari Sekadar Serah Terima Jabatan
Pergantian pimpinan di institusi Polri memang rutin. Tapi kali ini, yang terasa bukan hanya rotasi jabatan. Ada warisan nilai, kedekatan emosional, dan estafet semangat untuk melayani.
Kini, harapan masyarakat NTT tertuju pada Irjen Rudi Darmoko. Ia datang bukan hanya sebagai Kapolda baru, tapi sebagai pemimpin yang siap merangkul, mendengar, dan mengayomi.
Dengan tetap menjunjung semangat kebersamaan yang sudah dibangun, harapan akan keamanan dan pelayanan yang lebih baik pun tumbuh kembali.
Dan di tengah langkah-langkah para pasukan yang kembali ke markas, satu hal yang terasa: semangat baru sedang bertumbuh di Bumi Cendana.
Penulis: Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













