Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dinas Perpustakaan Ende Libatkan Orang Tua dan Paroki Bonawa Bangun Budaya Membaca Sejak Anak Usia Dini

Avatar photo
Ket.Foto: Sosialisasi Literasi Membaca Sejak Anak Usia Dini.istimewa

Redaksi76.com || Ende  – Upaya membangun budaya membaca sejak usia dini terus digencarkan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende bekerja sama dengan Paroki Boanawa menggelar kegiatan Gerakan Orang Tua Peduli Literasi Anak Usia Dini yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Kegiatan tersebut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Ende, Cici Badioda, bersama para pendamping SEKAMI, JPA, orang tua, serta ratusan anak-anak yang mengikuti rangkaian kegiatan literasi dengan semangat dan keceriaan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya membaca, para peserta anak-anak menerima susu dan roti yang dibagikan langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Ende.

Suasana hangat dan penuh kegembiraan tampak sepanjang kegiatan berlangsung.

Berbagai aktivitas edukatif digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari membaca bersama, story telling, mewarnai, hingga permainan edukasi yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta keberanian anak sejak dini.

Anak-anak terlihat aktif mengikuti setiap sesi kegiatan. Selain belajar membaca dan mendengarkan cerita, mereka juga diajak berinteraksi, bekerja sama, dan tampil percaya diri di depan teman-temannya.

Dalam sambutannya, Cici Badioda menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kreatif, dan menggunakan teknologi secara bijak di era digital.

“Kita berharap anak-anak Kabupaten Ende tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter melalui budaya literasi yang ditanamkan sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende, Lamberus Sigasare, menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, gereja, sekolah, dan masyarakat dalam membangun gerakan literasi sejak usia dini.

Baca Juga :  Bunda Juli Laiskodat Dorong Optimalisasi BUMDes dan KOPDes Merah Putih dalam Pembangunan Desa di Ende

Menurutnya, literasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi perkembangan zaman.

“Anak-anak perlu dibiasakan mencintai membaca sejak kecil agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman,” katanya.

Dukungan juga datang dari Pastor Paroki Boanawa, Romo Paul, yang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan literasi di lingkungan gereja. Ia berharap program serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari pembinaan iman, karakter, dan pendidikan anak.

“Gereja mendukung penuh kegiatan positif seperti ini karena anak-anak bukan hanya perlu bertumbuh dalam iman, tetapi juga dalam pengetahuan dan kemampuan literasi,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, gereja, orang tua, dan masyarakat dalam memperkuat budaya literasi di daerah.

Melalui gerakan tersebut, diharapkan minat baca anak-anak semakin meningkat sehingga mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas di masa depan. (Arnold)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung