
Melki Mekeng mengutarakan, namanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sampai kapan pun tidak akan pernah cukup.
“Dulu APBD Rp 400 Miliar tidak cukup, rakyat susah. Sekarang APBD suda Rp 1 T, rakyatnya masih susah. Kemana uang ini ?” tegas Melki Mekeng.
Sementara itu Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi di hadapan masyarakat dan anggota DPRI dari Partai Golkar tersebut menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten Sikka saat ini kesulitan keuangan.
Dirinya menuturkan Dana Alokasi Umum (DAU) di Kabupaten Sikka saat ini sudah dikurangi Rp 120 M sementara beban keuangan yang harus ditanggung pemerintah saat ini yakni membayar pinjaman daerah Rp 39 M setiap tahun.
“Kita mau bangun sesuatu harus cara lain lewat komunikasi politik kita dengan orang-orang kita yang sudah kita pilih,” katanya.
Mantan anggota DPRD Sikka ini mengatakan tahun 2026, Kabupaten Sikka hanya ada satu Dana Alokasi Khusus (DAK) yakni di Puskesmas Boganatar sebera Rp 8,4 M.
Selain itu, DAK fisik untuk pendidikan, kesehatan dan jalan di Kabupaten Sikka tidak ada. ( tim)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













