Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

SP2MI NTT Siap Gelar Jambore Pendidikan Nonformal 2026, Dorong Kebangkitan Literasi Masyarakat

Avatar photo
Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket.Foto: Polikarpus Do, Ketua Forum TBM NTT. Sumber: istimewa

Redaksi76.com – KUPANG — Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapan menggelar Jambore Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026.

Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali gerakan literasi masyarakat di wilayah tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Ketua SP2MI NTT, Polikarpus Do, mengatakan jambore tersebut direncanakan berlangsung pada September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional.

“Jambore PNFI ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan upaya kolektif membangun kesadaran literasi sebagai fondasi utama pembangunan manusia di NTT,” ujar Polikarpus, Selasa (10/2/2026).

Ia mengajak seluruh elemen pendidikan masyarakat untuk terlibat aktif, mulai dari pengurus dan anggota SP2MI se-NTT, DPD SP2MI, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Forum ASTINA NTT, hingga lembaga swadaya masyarakat dan yayasan pendidikan.

Menurut Polikarpus, penguatan pendidikan nonformal dan informal merupakan solusi strategis dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan formal.

“Pendidikan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang bermartabat dan berkualitas, sejalan dengan visi NTT Emas dan Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan hidup yang berdampak langsung pada kualitas pembangunan sosial dan ekonomi.

Dukungan terhadap penyelenggaraan jambore ini juga disampaikan Ketua SP2MI Kota Kupang, Goris Takene.

Menurutnya, Jambore PNFI menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali peringatan Hari Aksara Internasional yang dalam beberapa tahun terakhir kurang mendapat perhatian sejak pandemi COVID-19.

Baca Juga :  Peserta Berhasil Ciptakan Beragam Kreativitas Yos Borgias Beri Apresiasi

“Sejak pandemi, hampir tidak ada lagi peringatan Hari Aksara yang terstruktur. Karena itu, kami sangat mendukung langkah SP2MI NTT,” kata Goris.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan koordinasi berjenjang untuk mematangkan persiapan kegiatan, termasuk penetapan lokasi jambore yang direncanakan berlangsung di Kota Kupang.

“Pelibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor kunci agar jambore ini memberi dampak nyata bagi penguatan budaya literasi masyarakat,” ujarnya.

Penyelenggaraan Jambore PNFI 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi para pegiat pendidikan masyarakat dalam mendorong kesadaran global tentang pentingnya literasi sebagai hak dasar manusia, mempercepat pemberantasan buta huruf, serta memperkuat literasi fungsional yang relevan dengan kebutuhan kehidupan dan dunia kerja.

Sebagai organisasi nasional di bidang pendidikan, SP2MI berperan sebagai wadah bagi pendidik dan penggerak pendidikan masyarakat, dengan komitmen meningkatkan kualitas pendidikan kesetaraan, vokasi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan formal maupun nonformal.

Melalui Jambore PNFI 2026, SP2MI berharap gerakan literasi di Nusa Tenggara Timur kembali memperoleh momentum kuat sekaligus mempertegas peran pendidikan masyarakat sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung