Redaksi76.com – Di antara desiran angin pagi dan aroma tanah basah usai hujan kecil semalam, Kelurahan Mautapaga perlahan bersiap menyambut hari besar: Idul Adha 1446 Hijriah.
Di balik gegap gempita persiapan kurban, ada kisah tentang kepedulian yang tak bersuara keras, namun bergema dalam hati masyarakat – kisah tentang tangan yang memberi tanpa pamrih.
Tahun ini, Bank NTT Cabang Ende kembali menapaki jalan sunyi kebajikan. Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR), mereka menyerahkan tiga ekor hewan kurban: dua sapi dan satu kambing.
Namun, lebih dari sekadar daging, yang mereka bagikan adalah sejumput kehangatan dan harapan.
“Kami bukan sekadar bank. Kami mitra masyarakat. Kami ingin hadir bukan hanya di sisi ekonomi, tapi juga dalam sisi kemanusiaan,” ujar Ketut Edy Suryantha, Kepala Bank NTT Cabang Ende, dengan nada tulus.
Satu ekor sapi diserahkan kepada Masjid Raudhotul Jannah di Mautapaga – masjid yang berdiri tenang di tengah pemukiman, menjadi titik temu doa dan cinta.
Satu sapi lainnya dikirim ke Masjid Kiblatun Pu’utara di Pulau Ende, tempat di mana azan selalu menyatu dengan debur ombak.
Dan seekor kambing melengkapi niat baik itu, dihantarkan ke Masjid Pu’unaka, sebagai simbol kehadiran kasih di setiap sudut Ende.
Tak ada sorak-sorai dalam penyerahan itu. Hanya senyum-senyum kecil yang menyimpan haru, dan tatapan penuh syukur dari warga yang tahu bahwa Idul Adha tahun ini akan terasa lebih hangat.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Daging kurban ini bukan hanya makanan, tapi juga berkah yang menyatukan kami semua,” ujar Aden Mokhtar, Tamir Masjid Raudhotul Jannah, menahan haru.
Ketut Edy menyebut bahwa lembaganya juga aktif memberi bantuan saat umat beragama lain merayakan hari besar seperti Natal, Paskah, Galungan. Dalam diam, mereka menanamkan nilai bahwa keberagaman adalah anugerah, bukan sekat.
Dalam kurban ini, tampak jelas bahwa makna sesungguhnya bukan terletak pada hewan yang disembelih, melainkan pada niat yang menyertainya: menyambung silaturahmi, merawat harmoni, dan menebar cinta kasih yang tak mengenal agama, suku, ataupun status sosial.
Di tanah Ende yang hangat dan ramah, Bank NTT menorehkan satu lagi babak dari kisah panjangnya dalam merawat kemanusiaan. Lewat satu ekor kambing, dua ekor sapi, dan segenggam ketulusan, mereka membuktikan bahwa berbagi adalah bahasa universal yang paling indah.
Dan seperti gema takbir yang tak pernah putus, semangat berbagi ini akan terus mengalir – menyentuh hati, menjangkau jiwa, dan menjadikan Idul Adha tak sekadar hari raya, melainkan perayaan cinta yang menyatukan.
Penulis: Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













