Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Kemarau Panjang, Dinas Pertanian Ende Pastikan Produksi Padi Tetap Terjaga

Avatar photo

ENDE, REDAKSI 76.COM, – Dinas Pertanian Kabupaten Ende memastikan gelombang kemarau panjang yang saat ini melanda wilayah kabupaten Ende, tidak akan mengganggu target produksi padi masyarakat, khususnya di lahan-lahan pertanian yang teraliri sistem irigasi teknis maupun semi-teknis.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Gadir Dean saat diwawancarai awak media ini di Ruang Kerjanya pada Rabu (16/09/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

“Tanaman padi yang telah memasuki fase vegetative, dan tidak membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar seperti pada fase awal pertumbuhan. Karena itu, kondisi kemarau saat ini tidak diperkirakan menyebabkan penurunan produksi maupun gagal panen pada lahan irigasi” tandas Gadir.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari langkah antisipasi yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Ende sejak awal musim tanam. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong petani menggunakan varietas padi berumur genjah atau berumur pendek.

Dengan demikian, tanaman dapat memasuki fase vegetatif hingga masa panen, sebelum dampak kekeringan semakin terasa. “Sudah diantisipasi di awal musim tanam sehingga di saat musim kemarau padi sudah fase vegetatif sehingga tidak membutuhkan banyak air,” ujarnya.

Gadir mencontohkan kondisi tanaman padi di hamparan persawahan Mautenda, Kecamatan Wewaria. Menurutnya, tanaman padi di wilayah tersebut dijadwalkan memasuki masa panen pada pekan depan.

Sementara itu, dampak kekeringan akibat musim kemarau lebih dirasakan pada lahan pertanian yang mengandalkan curah hujan atau lahan tadah hujan.

Gadir mengatakan, lahan tadah hujan saat ini tidak dimanfaatkan untuk kegiatan penanaman padi, karena kondisi musim kemarau menyebabkan ketersediaan air tidak mencukupi.

Baca Juga :  Fraksi PKB DPRD Ende Tegaskan Mendukung Pengembangan Pembangunan Gheotermal di Ende

“Lahan tanam padi yang terdampak kekeringan karena musim kemarau adalah lahan tadah hujan. Dan saat ini lahan tersebut tidak dimanfaatkan karena musim kemarau,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi lahan tadah hujan berbeda dengan lahan irigasi yang masih mendapatkan pasokan air melalui jaringan irigasi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung