Redaksi76.com || Ende – Upaya pelestarian budaya berbasis daun lontar kembali mendapat ruang melalui penyelenggaraan Festival Daun Lontar yang akan berlangsung selama tiga hari di Desa Kelitembu, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada 18–20 Juni 2026.
Penerima manfaat Program Indonesiana, Yohanes Borgias Riga, mengatakan festival tersebut menjadi wadah untuk memperkuat pelestarian pengetahuan tradisional masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan daun lontar sebagai bagian dari identitas budaya dan sumber penghidupan masyarakat lokal.
“Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah komunitas anyam, pegiat seni dan budaya, perwakilan dari siswa SD, SMP dan SMA di Kecamatan Wewaria yang telah mengikuti worskop pada Maret lalu” ujar Borgias saat ditemui di kediamannya, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, festival akan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang menampilkan keterampilan masyarakat dalam mengolah daun lontar, mulai dari kerajinan tradisional hingga produk bernilai ekonomi yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain melibatkan kelompok masyarakat dari Kecamatan Wewaria, kegiatan ini juga akan mendapat dukungan dari sejumlah pemangku kepentingan, termasuk dinas teknis terkait, Rumah BUMN Ende, serta para kepala desa di wilayah Kecamatan Wewaria.
Festival Daun Lontar diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga tradisi berbasis sumber daya alam yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ende selama berabad-abad.
Borgias menambahkan, pelestarian budaya daun lontar tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.
Puncak kegiatan dijadwalkan ditutup secara resmi oleh Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, pada 20 Juni 2026.
Melalui festival ini, panitia berharap seluruh kelompok yang telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sebelumnya dapat kembali hadir untuk memperkuat jejaring pelaku budaya serta memastikan warisan pengolahan daun lontar tetap lestari dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











