Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Lama ” Bertengger”, Polres Ende Dinilai Lamban Tangani Dugaan Dana Hibah KONI

Avatar photo

Menurut beliau, hingga saat ini pihak penyidik telah mengundang 24 orang saksi yang telah keterangan. Kapolres mengakui ada kesulitan dalam mengundang saksi,karena tidak semua saksi menghargai undangan penyidik untuk datang klarifikasi.

“ Berbeda jika pemeriksaan saksi ditahap penyidikan,jika dipanggil namun tidak memenuhi maka kami akan melakukan penjemputan paksa”. tandasnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Dirinya meminta kepada masyarakat kabupaten Ende untuk bersabar menanti perkembangan kasusnya yang telah ditanganinya dari bulan Desember 2022 lalu. Dalam rentang waktu itu,pihaknya telah memanggil 24 saksi untuk diperiksa,termasuk ketua harian KONI,bendahara dan ketua ASKAB.

Kapolres Andre sendiri membatah jika pihaknya dinilai lamban dalam proses penyelidikan.

“Kalau lamban si tidak ya…terkait dengan kenapa waktunya terkesan lambat,itu tadi ya,bahwa kami juga kekurangan penyidik,sementara tenaga penyidik yang ada hanya 4 orang penyidik,dan sedang menangani kasus tindak pidana korupsi juga yang saat ini juga sedang berproses“ paparnya.

Seperti yang perna diberitakan tim media ini sebelumnya aparat penyidik Polres Ende sejak Desember tahun 2022 lalu telah melakukan Penyelidikan dugaan penyalagunaan Dana hibah KONI yang diduga melibatkan 3 oknum anggota DPRD Ende yang menjadi pengurus KONI.

Salah satu sumber media ini menyebutkkan bahwa KONI Ende pada tahun anggaran 2001/2022 telah mendapatkan total bantuan dana hibah dari BPKAD dan DISPORA kabupaten Ende sebesar Rp. 1 Milyar. Untuk tahun 2022,dana hibah tersebut diperuntukan untuk kegiatan Eltari memorial Cup ( ETMC) yang diselenggaran di kabupaten Lembata sebesar Rp 500 juta.

Selain hibah dari pemerintah tersebut, KONI Ende juga mendapat bantuan dana dari pihak ketiga masing-masing sumbangan dari bupati Ende sebesar Rp100 juta dan dari Erles Rera Rp 100 juta salah satu pengacara,putra Ende yang berkarier di Jakarta. Jadi total anggaran sebasar Rp.700 juta.

Baca Juga :  Jabatan Kades Di Kabupaten Ende Resmi Diperpanjang Menjadi Delapan Tahun

Sumber media inipun menyebutkan dalam pertandingan sepak bola Eltari Memorial Cup (ETMC) dikabupaten Lembata tersebut,pihak ASKAB dan manajer PERSE Ende hanya memboyong 24 orang pemain,3 orang pelatih,1 orang manajer, sementara oficialnya sebanyak 5 orang, dan biaya makan dan minum serta biaya penginapan di Lembata sebagiannya dibiayai oleh peguyupan Ende yang ada disana.

“ Bawa pemain 24 orang, pelatih 3 orang,manajer 1 orang,oficial 5 orang,kog habiskan anggaran Rp 500 juta belum termasuk sumbangan dari pak bupati Ende sebesarRp 100 juta dan sumbangan dari pak Erles Rp 100 juta , sementara makan minum dan penginapan juga hampir semuanya ditanggung peguyupan Ende Lio di Lembata “ tandasnya

Menurut dia,selain itu pihak KONI Ende juga belum mempertanggugjawabkan sebagian dana sebesar Rp 500 juta untuk pembinaan 10 cabang olaraga seperti Kempo,KKI,IPSI,Tinju,Renang,Voly yang mana masing-masing cabang tersebut mendapat Rp 20 juta. Dari besaran Rp 20 juta itu jika dikalikan dengan 10 cabang olaraga maka dana yang terserap itu sebesar Rp. 200 juta dari Rp 500 juta yang dialokasikan tersebut.(Brt.76/ardian)


*** CATATAN REDAKSI : Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami sebagaimana  diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirim melalui email: berita76@gmail.com atau ke kontak no :0813 3982 5669/ 0812 3646 2309.

Ikuti pemberitaan kami di www.redaksi76.com

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung