
Ia menilai, sikap tersebut mencerminkan lemahnya keberpihakan wakil rakyat terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor infrastruktur. Alviano juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya dijadikan objek kepentingan politik pada masa kampanye.
“Pada saat kampanye, semua datang ke Pantura, mencari suara dan menyampaikan berbagai janji. Namun setelah kompetisi politik selesai, semuanya seolah menghilang. Bahkan ketika infrastruktur rusak parah akibat banjir dan longsor hingga melumpuhkan aktivitas transportasi warga, tidak ada satu pun yang turun untuk berdialog dan mencari solusi bersama,” tegasnya.
Ketua Maurole Project itu juga mengimbau masyarakat Pantura untuk lebih kritis dan reflektif dalam menilai kinerja para wakil rakyat yang telah diberi mandat.
“Peristiwa ini sangat melukai hati rakyat yang telah memberikan kepercayaan.
Kami mengajak masyarakat untuk membuka mata dan pikiran. Kami akan mengingat ini pada kontestasi politik berikutnya, dan kami akan berdiri bersama masyarakat,” pungkas Alviano.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari anggota DPRD Provinsi NTT Dapil NTT V maupun Pemerintah Provinsi NTT terkait keluhan masyarakat Pantura tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













