Yadin juga menyoroti dampak politis yang ia rasakan secara pribadi. Menurutnya, masyarakat Ende telah mengapresiasi langkahnya dalam membangun komunikasi dan lobi dengan Asprov NTT, sehingga pembatalan ini berpotensi merusak kepercayaan publik.
Selain dampak politis, Yadin juga menceritakan bahwa kondisi KONI Ende saat ini sedang bermasalah yang membuat tidak ada anggaran untuk setiap Cabor.
“Selama ini urusan ASKAB Ende saya selalu menggunakan uang pribadi dan minta dukungan dari berbagai sponsor. Oleh karena itu, jika ETMC 2025 ini tetap digelar di Ende maka saya akan merasa sedikit terbantu dari sisis finansial”,tandasnya
Lebih lanjut, Yadin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ende.
Ia menegaskan bahwa dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASKAB Ende, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mengubah keputusan Asprov NTT.
“Saya hanya menjalankan peran sebagai Ketua ASKAB Ende. Turnamen ETMC adalah kewenangan Asprov NTT. Maka dari itu, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Ende atas kekecewaan ini”,
Namun perlu saya tegaskan, bahwa kekecewaan saya justru lebih besar atas keputusan yang diambil oleh Asprov,” pungkasnya.
Penulis: Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













