Alasan Ende dipilih sebagai salah satu destinasi pementasan Teater Keliling, kata Rudolf, karena Ende adalah bagian dari Nusantara.
Karena Ende bagian dari Indonesia, maka Teater Keliling menjadikan Ende sebagai salah satu destinasi untuk mementaskan drama bersama komunitas seniman lokal.
Bahkan, kehadiran Teater Keliling di Kota Pancasila sudah sejak tahun 1977 dan tahun 2005 silam.
Saat itu, mereka juga mementaskan drama di Bumi Pancasila ini. Dijelaskannya, ketika sampai ke daerah-daerah, Teater Keliling selalu berkolaborasi dengan seniman yang ada di daerah. Hal itu merupakan sistem kerja sejak Yayasan Teater Keliling berdiri.
“Karena kami ingin mereka bukan saja menjadi penonton, tetapi mereka juga menjadi pelaku. Bagian dari pada seni pertunjukan ini. Jadi keberagaman ini yang mau kita ambil. Berbagai bentuk kemudian menyatu dan menjadi pertujukan,”ungkapnya.
Ia mengaku, seniman di daerah khususnya di Ende sangat antusias mengikuti pertunjukan drama yang dipentaskan Teater Keliling.
Karena itu, para seniman sangat membutuhkan wadah yang luas supaya semakin mengenal teater Indonesia.
Dulu ada tonil, sandiwara. Setiap pementasan drama pasti ada pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan,” ujarnya.
Sebagai informasi, sebelum mementaskan drama di Ende, Teater Keliling juga mementaskan drama yang sama di Larantuka. Setelah itu, mereka akan mementaskan drama yang sama di Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













