“Kami berharap panitia penyelenggara menetapkan regulasi tegas yang melarang setiap tim merekrut pemain dari luar Kabupaten Ende. Turnamen ini seyogianya menjadi panggung bagi anak-anak daerah untuk unjuk kemampuan dan berkembang di bidang olahraga, khususnya sepak bola,” ujar Yudas.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa turnamen ini dapat menjadi sarana strategis dalam proses penjaringan pemain muda potensial dari kecamatan-kecamatan untuk nantinya dibina dan diproyeksikan memperkuat klub kebanggaan daerah, Perse Ende.
“Momentum ini sangat tepat dijadikan sebagai ajang seleksi talenta-talenta lokal yang bisa dipersiapkan untuk memperkuat Perse ke depan. Maka dari itu, kami mengusulkan agar pemain dari luar daerah tidak dilibatkan dalam kompetisi ini,” tutupnya.
Turnamen Bupati Ende Cup 2025 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan olahraga, tetapi juga wahana pembinaan generasi muda dan penguatan identitas lokal melalui sepak bola.
Penulis : Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













