PAUD Peduli Wasting: Mendorong Keberlanjutan PAUD Holistik Integratif di Nusa Tenggara Timur

Avatar photo
Berita76.Com
Kegiatan Bunda PAUD Provinsi NTT .istimewa

Kupang, Redaksi76.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Tim Penggerak PKK Provinsi, bekerja sama dengan UNICEF, menyelenggarakan Workshop Multistakeholder Pembelajaran PAUD Peduli Wasting sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan wasting pada anak usia dini di Kota Kupang dan wilayah Provinsi NTT.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan kunci, termasuk unsur pemerintah provinsi dan kota, organisasi profesi, satuan PAUD, tenaga kesehatan, serta perwakilan orang tua.

Workshop ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan perkembangan, praktik baik, serta tantangan yang dihadapi dalam penguatan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang berfokus pada pencegahan wasting.

Situasi Wasting di NTT dan Urgensi Penanganan

Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menghadapi tantangan serius terkait tingginya prevalensi wasting. Data SSGI 2024 menunjukkan bahwa prevalensi wasting di provinsi ini mencapai 15,9%, menjadi yang tertinggi di Indonesia. Sementara itu, prevalensi gizi buruk sebesar 3,6% setara dengan estimasi beban kasus sekitar 53.000 balita setiap tahun.

Sejak 2019, Kementerian Kesehatan telah memperluas implementasi Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) di 22 kabupaten/kota di NTT. Program ini mencakup mobilisasi masyarakat, tatalaksana gizi buruk dengan dan tanpa komplikasi, serta pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal.

Mobilisasi masyarakat, khususnya melalui penggunaan Lingkar Lengan Atas (LiLA) sebagai metode penapisan dini, terbukti menjadi komponen kunci dalam menemukan balita berisiko wasting secara cepat dan tepat.

Penguatan Peran PAUD dalam Pencegahan Wasting

Sejak 2022, UNICEF bersama Kementerian Kesehatan mengembangkan pendekatan PAUD Peduli Wasting, yang mengintegrasikan deteksi dini dan rujukan kasus wasting melalui peran guru PAUD dan orang tua.

Baca Juga :  Keputusan Pejabat Tanpa Dasar Hukum Tidak Sah Atau Dapat Dibatalkan

Hasil analisis Knowledge, Attitude, and Practice (KAP) dari area percontohan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas guru terkait pemahaman dan tindakan deteksi dini serta alur rujukan.

Pada tahun 2025, program ini diperkuat melalui kolaborasi dengan TP PKK Provinsi NTT dan DPD PERSAGI NTT, yang akan mengimplementasikan PAUD Peduli Wasting di 100 satuan PAUD di Kota Kupang. Inovasi program meliputi:

– Deteksi dini dan rujukan balita berisiko wasting

– Kelas pengasuhan dan edukasi gizi

– Demo masak makanan bergizi

Percontohan Kebun Gizi Pekarangan di satuan PAUD melalui program Cegah Wasting Lewat Kebun Sekolah