Ketua Fraksi PKB DPRD Ende Menilai Penolakan Gheotermal di Ende Tidak Punya Dasar

Avatar photo
Berita76.Com
Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Ende Bersama Sekjen PKB Ende. Redaksi76.com

Redaksi76.com – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Abdul Kadir Mosabasa menilai penolakan pengembangan pembangunan geotermal di Kabupaten Ende tidak memiliki dasar kajian.

Hal itu ia sampaikan dalam sesi konferensi Pers bersama sejumlah awak media di Sekertariat DPC PKB Kabupaten Ende, 14 Juni 2025.

Kadir menjelaskan bahwa dirinya merasa heran kalau PLTP ditolak dan PLTU yang menggunakan bahan bakar batu bara tidak dipersoalkan.

“Menurut saya ini sedikit lucu. Pembangkit listrik yang dampaknya lebih berbahaya bagi lingkungan kita terima sedangkan yang ramah lingkungan kita tolak”,ungkapnya sembari menggelengkan kepala

Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Ende itu menegaskan bahwa, jika PLTP ditolak maka seharusnya PLTU Ropa juga harus ditolak.

Sebab menurutnya, kalau bicara dampak lingkungan PLTP Mutubusa jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan PLTU Ropa.

“Kalau aksi penolakan ini ada dasar kajian yang jelas maka PLTU juga harus dipersoalkan bukan hanya PLTP. Kalau hanya persoalkan salah satu perusahaan bagi kami penolakan ini tidak berdasarkan kajian”,tutupnya

Berita Sebelumnya

Diberitakan sebelumnya, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Ende secara tegas menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan Ketua DPC PKB Kabupaten Ende, Abdul Kadir Mosabasa, dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat DPC PKB pada Sabtu, 14 Juni 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir PKB ke-27.

Abdul Kadir menegaskan bahwa dukungan tersebut bukanlah keputusan yang diambil secara serampangan, melainkan didasarkan pada proses investigatif dan dialog langsung dengan para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, pemerintah desa, serta pihak investor yang terlibat dalam proyek geotermal di Mutubusa.

Baca Juga :  Dinilai Tidak Berkompeten,  PMKRI Cabang Ende Desak Bupati Ende Bubarkan TP2D

“Sebelum menyampaikan sikap dukungan secara terbuka, kami terlebih dahulu melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek, berdialog dengan masyarakat sekitar, perangkat desa, serta pihak pengembang. Kami ingin memastikan bahwa aspirasi masyarakat menjadi landasan utama dalam menentukan arah kebijakan Fraksi,” ujar Kadir.

Dari hasil kunjungan dan diskusi tersebut, Kadir mengungkapkan bahwa masyarakat tidak hanya mendukung proyek ini, tetapi juga telah merasakan manfaat langsung khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja.

Sejumlah warga setempat telah direkrut sebagai karyawan dengan tingkat kesejahteraan yang cukup baik, termasuk upah yang melebihi Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Jika kita hendak menolak suatu proyek, tentu harus didasarkan pada kajian akademik yang sahih. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat mendukung, dan para ahli geologi juga menyatakan bahwa PLTP merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Lantas atas dasar apa kita menolak?” tegasnya.

Lebih lanjut, Abdul Kadir mengkritisi sikap sebagian pihak yang kerap menolak investasi tanpa alasan yang jelas dan rasional.

Menurutnya, keberadaan investor skala besar seperti pengembang PLTP justru dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita tidak bisa berharap daerah ini berkembang jika terus-menerus menolak masuknya investasi. Padahal, kehadiran perusahaan seperti ini mampu menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan memberikan kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang langsung menyasar masyarakat,” tambahnya.

Kadir juga menekankan bahwa selama perusahaan beroperasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan menghormati prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan, maka Fraksi PKB akan terus berada di garda depan dalam mendukung pengembangan energi panas bumi di Ende.

Menariknya, Kadir juga membandingkan antara PLTP dan PLTU Ropa yang masih menggunakan bahan bakar batu bara. Ia menilai bahwa secara lingkungan, justru PLTP jauh lebih ramah dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Meski Tak Mendapatkan Dukungan Pemerintah, Puluhan Atlet Sasana Kaki Lena Berhasil Meraih Berbagai Medali dan Keluar Sebagai Juara Umum

“Kalau kita bicara soal dampak terhadap lingkungan, maka seharusnya PLTU berbahan bakar batu bara lebih dulu kita persoalkan. PLTP adalah bentuk energi bersih masa depan yang patut kita dukung bersama,” pungkasnya.

Dengan sikap yang konsisten dan berbasis fakta lapangan, Fraksi PKB DPRD Ende menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Penulis: Arnold Dewa