Redaksi76.com – Di bawah langit biru yang cerah dan hamparan ladang jagung menguning, suara tawa petani dan derap langkah para pejabat menyatu dalam semangat yang sama: panen raya.
Kamis pagi (5/6/2025), Desa Baumata Utara, Kecamatan Taibenu, Kabupaten Kupang, menjadi saksi momen yang bukan hanya penuh hasil, tetapi juga penuh harapan.
Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II.
Tidak sendiri, ia datang bersama Wakapolda, para pejabat utama Polda NTT, para Kapolres se-NTT, serta jajaran Forkopimda. Mereka turun langsung ke ladang, bersanding dengan kelompok tani Beringin dan warga setempat.
Di antara daun jagung yang melambai, tak ada sekat antara seragam dan sarung, antara jabatan dan cangkul.
Kegiatan ini dimulai dengan partisipasi dalam zoom meeting nasional – sebuah jembatan digital yang menyatukan petani lokal dengan Presiden RI, Kapolri, Menteri Pertanian, dan Menteri Perdagangan dari titik pusat kegiatan nasional di Bengkayang, Kalimantan Barat.
Di sana, panen jagung dilakukan serentak secara nasional, sekaligus menandai dimulainya pembangunan gudang penyimpanan jagung dan gabah di 12 wilayah Polda di Indonesia.
Usai kegiatan nasional itu, semangat pun tak surut. Irjen Pol. Rudi Darmoko bersama Forkopimda langsung turun ke ladang. Dengan tangan yang menggenggam tongkol jagung dan senyum tulus pada wajahnya, ia menyampaikan komitmen Polri dalam mendukung kebijakan Presiden soal ketahanan pangan.
“Polri, khususnya Polda NTT, siap mendukung penuh. Mulai dari distribusi bibit, pupuk, hingga pengamanan saat panen. Kami tidak sekadar menjaga keamanan, tetapi juga ikut menanam harapan,” ujarnya penuh keyakinan.
Sebagai provinsi yang dianugerahi iklim dan tanah potensial untuk komoditas jagung, NTT memegang peran strategis dalam upaya menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam pangan.
Dengan total lahan jagung mencapai 29,62 hektar dan tersebar di 22 kabupaten/kota, hasil panen kuartal II ini menyentuh angka 66,7 ton. Angka itu bukan sekadar statistik—melainkan cermin kerja keras ribuan petani yang menanam di bawah terik, dan menuai di tengah impian akan masa depan yang lebih baik.
“NTT adalah gudangnya jagung nasional. Dan kita semua—petani, aparat, anak muda—harus jadi penjaganya,” tambah Kapolda.
Meski pembangunan gudang penyimpanan jagung dan gabah masih menunggu penetapan resmi dari pusat, Polda NTT menyatakan kesiapannya. Dengan semangat yang sama saat menanam dan memanen, mereka siap menyongsong peran strategis ini jika saatnya tiba.
Panen raya ini tak hanya menghasilkan jagung, tapi juga menumbuhkan benih kebersamaan. Di antara ladang yang luas, tangan-tangan dari berbagai latar belakang menyatu – menarik jagung dari batangnya, bercengkerama, dan saling menyemangati. Suasana begitu hangat, seperti keluarga besar yang tengah memanen impian bersama.
Saat matahari kian tinggi, dan karung-karung jagung memenuhi tepian ladang, satu hal menjadi jelas: di tanah NTT yang keras namun penuh potensi ini, pangan bukan hanya soal perut kenyang.
Ia adalah panggilan bersama, bahwa masa depan bisa ditanam, dipupuk, dan dipanen – dengan sinergi, semangat, dan setia menjaga bumi sendiri.
Penulis: Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













