Ende, Redaksi 76. Com, Pertumbuhan ekonomi kabupaten Ende triwulan II tahun 2025 sebesar 5,93 persen. Namun prosentase ini belum mencerminkan aktivitas ekonomi di kabupaten ini yang sebenarnya.
Hal tersebut disampaikan Yohanes Marino, salah satu pemerhati ekonomi kabupaten Ende melalui rilis yang diterima media ini pada Kamis ( 13/11/2025).
Sesuai data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ende, menurut dosen statistik pada STIPAR Ende menunjukan ekonomi kabupaten Ende pada triwulan II 2025 tumbuh sebesar 5,93 persen ditopangi konsumsi akhir rumah tangga 3,69 persen dan dikuti konsumsi akhir 4,29 persen dan pembentukan modal tetap –(minus) 5,04 persen.
“Secara angka memang tinggi , namun mari kita melihat menggunakan dua pendekatan, yang pertama pendekatan produksi ekonomi dibagi sektor-sektor dan ada pendekatan pengeluaran, di mana ekonomi dihitung dari pengeluaran seperti konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor-impor, dll. Sedangkan yang di situ [tumbuh 5,93 persen] yang jadi andalan itu angka konsumsi pastinya tinggi namun tidak mencerminkan aktivitas ekonomi yang sebenarnya,” tulis Marino.
Laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Ende sebesar 5,93% pada Triwulan 2 kata menurut Marino, menunjukkan kinerja ekonomi yang kuat dan positif, terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang solid. Namun, kontraksi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang signifikan menjadi perhatian utama.
Pertumbuhan ekonomi sebesar (5,93%) merupakan angka yang relatif tinggi, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi provinsi Nusa Tenggara Timur dan nasional di triwulan II-2025 masing masing yang sebesar 5,05% (y-on-y).
Ini kata dia, mengindikasikan adanya aktivitas ekonomi yang dinamis di kabupaten Ende, karena ditopang oleh konsumsi rumah tangga (3,69%) dan Konsumsi Akhir (4,29%).
“Konsumsi rumah tangga adalah mesin utama pertumbuhan ekonomi Ende. Ini menunjukkan daya beli masyarakat yang terjaga dengan baik, kemungkinan didorong oleh stabilitas harga komoditas kabupaten Ende ini, penyaluran bantuan sosial, atau kegiatan ekonomi musiman seperti pasca panen atau libur hari raya. Konsumsi Akhir yang lebih tinggi dari konsumsi rumah tangga (4,29% vs 3,69%) mengindikasikan peran signifikan belanja pemerintah daerah (konsumsi pemerintah) dalam menggerakkan roda ekonomi lokal, yang wajar terjadi pada pertengahan tahun anggaran ” tegas Marino.
Terkai pembentukan modal Tetap Bruto yang minus 5,04 persen PMTB Terkontraksi Signifikan (-5,04%) Marino kembali menegaskan bahwa hal ini merupakan titik lemah dalam analisis ini. PMTB kata dia mencakup investasi dalam bentuk barang modal seperti pembangunan infrastruktur, mesin, dan peralatan.
” Arti Kontraksi PMTB Penurunan investasi yang tajam menunjukkan adanya perlambatan dalam kegiatan pembangunan fisik, baik oleh swasta maupun pemerintah ” tulis Marino.
Hal ini kata Marino bisa disebabkan oleh penundaan proyek, ketidakpastian investasi, atau masalah birokrasi. Investasi lanjut dia, adalah kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masa depan. Kontraksi ini berisiko menghambat peningkatan kapasitas produksi dan daya saing daerah dalam jangka panjang.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang kuat berarti masyarakat masih mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang berkontribusi pada stabilitas sosial dan ekonomi kabupaten Ende. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi berpotensi meningkatkan lapangan kerja di sektor-sektor yang terkait dengan konsumsi (perdagangan, jasa, pertanian).
CATATAN REDAKSI :Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan /atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam pasal (1) ayat (11) dan (12) Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Artikel/berita dimaksud dapat dikirim melalui email : berita76gmail.com atau ke no kontak : +62 813 3982 5669 / +62 812 3646 2309.















