Apresiasi Kepada Wuamesu,  Dr. Karel Lando Sebut Festival GAWI SIA Sebagai Festival Untuk Menjalin Persatuan

Avatar photo
Berita76.Com
Ket. Foto: Tokoh Senior Kabupaten Ende Yang Berkiprah di Jakarta, Dr. Ir.Karolus Karni Lando,MBA. Istimewa

Redaksi76.com Salah satu tokoh senior masyarakat Ende yang berkiprah di tingkat nasional, Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, menyampaikan apresiasi yang mendalam dan setinggi-tingginya kepada organisasi Wuamesu Indonesia Jakarta atas keberhasilan menyelenggarakan Festival GAWI SIA pada hari Sabtu, 19 Juli 2025, bertempat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Dalam sesi wawancara bersama tim media ini, Dr. Karolus menegaskan bahwa festival tersebut tidak sekadar menjadi ruang ekspresi kebudayaan, tetapi juga telah menjelma menjadi momen strategis untuk memperkuat jalinan persatuan dan kesatuan di antara masyarakat Ende serta seluruh elemen masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tersebar di berbagai penjuru tanah air.

Di tengah konteks diaspora, beliau menilai bahwa relasi interpersonal antarwarga NTT di perantauan mesti senantiasa dipelihara dan diperkuat, dan Festival GAWI SIA hadir sebagai medium yang efektif untuk membangun jejaring sosial antar generasi, lintas profesi, dan beragam latar belakang.

Secara khusus, Dr. Karolus juga memberikan apresiasi kepada Gubernur NTT, Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena, yang turut hadir serta memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival ini.

Partisipasi aktif kepala daerah dalam acara kebudayaan semacam ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mengarusutamakan pelestarian warisan budaya lokal sebagai bagian integral dari identitas nasional.

Warisan Budaya Lio-Ende: Dari Lokal ke Ranah Global

Festival GAWI SIA menampilkan kekayaan budaya masyarakat Lio-Ende secara utuh, mulai dari presentasi simbolik SA’O RIA (rumah besar adat-spiritual), prosesi ritual penghormatan leluhur dan doa keselamatan, hingga puncaknya berupa tari massal GAWI, yang menyatu dalam harmoni estetika, spiritualitas, dan nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat Ende.

Menurut Dr. Karolus, manifestasi kebudayaan tersebut menunjukkan bahwa budaya Ende tidak hanya bernilai lokal, melainkan memiliki relevansi universal yang pantas dipromosikan secara nasional bahkan internasional.

Baca Juga :  Polres Ende Diminta Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen Di BPKAD Ende Terkait Korupsi Rp 49 Miliar

Dalam pandangannya, kekayaan budaya semacam ini harus dikemas secara lebih profesional sebagai modal kultural dan daya saing pariwisata daerah.

Ia juga menekankan bahwa perpaduan antara kekayaan budaya dan potensi alam NTT – termasuk ikon wisata dunia seperti Danau Kelimutu, bentang alam Flores, serta kehidupan spiritual masyarakat lokal – menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan sektor wisata berbasis budaya dan ekologi.

Apabila dikembangkan dengan pendekatan strategis dan kolaboratif, potensi tersebut akan mampu menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal serta memperluas citra positif NTT di mata nasional dan global.

Dari Festival Menuju Gerakan Kultural Berkelanjutan

Menyikapi keberhasilan Festival GAWI SIA, Dr. Karolus menyerukan agar inisiatif ini tidak berhenti sebagai event tahunan belaka, melainkan ditransformasikan menjadi bagian dari gerakan kultural berkelanjutan demi pelestarian budaya Lio-Ende. Ia mengajukan sejumlah langkah strategis, antara lain:

1. Pelibatan aktif tokoh-tokoh adat, budayawan, dan pemuka masyarakat dalam setiap fase perencanaan dan pelaksanaan kegiatan budaya.

2. Pembangunan kolaborasi lintas sektor antara komunitas masyarakat, pemerintah daerah dan pusat, serta institusi keagamaan guna menguatkan nilai-nilai kebudayaan yang inklusif dan mendorong harmoni sosial.

3. Integrasi promosi budaya ke dalam kebijakan pariwisata, pendidikan, dan diplomasi budaya melalui festival daerah, pameran budaya, serta kurikulum sekolah yang mengenalkan kebudayaan lokal.

4. Pengajuan GAWI SIA ke dalam kalender budaya nasional, sebagai upaya memperluas jangkauan partisipasi publik dan menjadikan budaya Ende bagian dari kebanggaan nasional.

Dr. Karolus menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Festival GAWI SIA merupakan lebih dari sekadar perayaan budaya – ia adalah refleksi jati diri, kekuatan sosial, dan aset budaya masyarakat Ende yang harus terus dipelihara dalam semangat gotong royong, kebersamaan, dan kebanggaan sebagai bangsa besar yang berakar pada keragaman.

Baca Juga :  Presidium PNI Teguhkan Komitmen Mensejahterakan Rakyat Melalui Pengawalan Pemerintah 2024–2029

“Di mana Gawi Menari, Di Sana Bangsa Terkagum.”

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA