Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Julie Laiskodat Temui Uskup Agung Ende, Bahas Penanganan Warga Terdampak Gempa Flores

Avatar photo
Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket.Foto: Pose Bersama Anggota DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat, Jajaran DPW NasDem NTT, Ketua DPD NasDem Ende Dengan Uskup Agung Ende Usai Membahas Penanganan Warga Terdampak Gempa Bumi Pascagempa. Istimewa

Redaksi76.com || Ende – Anggota DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat menemui Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, di Pendopo Istana Keuskupan Agung Ende, Senin (24/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas kondisi masyarakat setelah gempa yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026, termasuk langkah penanganan dan pemulihan warga terdampak.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Julie hadir bersama jajaran DPW Partai NasDem NTT, Ketua DPD NasDem Kabupaten Ende Yanus Waro, serta sejumlah pengurus DPD NasDem Ende.

Dalam pertemuan tersebut, Julie melaporkan bahwa dirinya bersama tim NasDem telah turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan, distribusi bantuan harus menjangkau seluruh warga terdampak, termasuk mereka yang berada di lokasi terpencil dan sulit diakses.

“Jangan hanya datang ke tempat yang mudah dijangkau. Kami harus mendatangi masyarakat yang membutuhkan, termasuk wilayah yang jauh dan aksesnya sulit,” ujar Julie.

Menurut Julie, dalam beberapa hari terakhir timnya dapat mengunjungi sekitar lima hingga tujuh titik setiap hari. Selain mendistribusikan bantuan, tim juga melakukan pendataan kerusakan rumah, sekolah, dan tempat ibadah berdasarkan kategori ringan, sedang, hingga berat.

Pendataan dilakukan dengan berkoordinasi bersama camat, kepala desa, lurah, hingga perangkat di tingkat RT. Pola tersebut dinilai penting karena tidak seluruh warga terdampak berada di lokasi pengungsian. Sebagian memilih bertahan di sekitar rumah masing-masing.

Kebutuhan Darurat Masih Tinggi

Julie mengatakan kebutuhan masyarakat saat ini masih berada dalam tahap tanggap darurat. Sejumlah kebutuhan mendesak antara lain tenda, selimut, obat-obatan, makanan, perlengkapan untuk ibu hamil, serta kebutuhan khusus perempuan.

Baca Juga :  Memperkuat Kepastian Hukum, PT Pegadaian Area Ende melakukan MOU dengan Kejaksaan Negeri Ende

Ia juga mengingatkan bahwa proses pemulihan tidak dapat dilakukan secara cepat karena gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah Flores.

“Karena kondisi masih belum stabil dan gempa masih terjadi, proses pembangunan dan rehabilitasi tentu membutuhkan waktu. Saya memperkirakan bisa dua sampai tiga bulan untuk tahap awal ini,” katanya.

Selain kebutuhan fisik, Julie menyoroti dampak psikologis yang dialami anak-anak. Sejumlah anak belum dapat kembali bersekolah karena bangunan sekolah mengalami kerusakan.

Menurut dia, kegiatan yang bersifat rekreatif dan edukatif perlu tetap diberikan selama masa darurat untuk membantu mengurangi trauma anak.
Permainan, kuis, hingga aktivitas edukatif yang melibatkan guru dan kelompok sekolah minggu, kata Julie, dapat menjadi bagian dari upaya pemulihan psikologis.

“Penanganan bencana tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan logistik. Pendampingan psikologis dan pemulihan kehidupan masyarakat juga harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Mgr. Paulus Budi Kleden mengapresiasi langkah Julie bersama tim NasDem yang turun langsung menemui masyarakat dan menyalurkan bantuan kepada korban gempa.

Uskup Agung Ende juga menyampaikan bahwa pemulihan trauma anak menjadi salah satu perhatian penting. Dalam rangka mendukung pendampingan masyarakat terdampak, STIPAR Ende telah mengirim sejumlah mahasiswa untuk membantu program tersebut.

Fasilitas Kesehatan Jadi Perhatian

Julie juga menyoroti kondisi fasilitas kesehatan yang terdampak gempa. Sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan mengalami kerusakan sehingga pelayanan medis harus dilakukan di lokasi alternatif.

Ia menilai ketersediaan layanan bagi ibu melahirkan, obat-obatan, hingga oksigen harus tetap dijamin meskipun fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.

Karena itu, penyiapan pos kesehatan dan tempat pelayanan medis yang layak menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.

Julie juga membagikan pengalaman penanganan bencana di daerah lain yang menerapkan sistem pengungsian terpadu, mulai dari tenda keluarga, pos kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar.

Baca Juga :  Kades Malinjak Berkomitmen Akan Alokasikan Anggaran Untuk Komunitas Literasi Paraingu Belar

Menurut dia, pola tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam penanganan bencana di Flores yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

NasDem Siap Perkuat Koordinasi

Julie menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, dan partai politik.

Koordinasi diperlukan agar distribusi bantuan tidak tumpang tindih dan dapat menjangkau masyarakat yang hingga kini belum memperoleh bantuan.

“NasDem siap berkoordinasi. Kami menunggu arahan Bapak Uskup, terutama untuk mengetahui wilayah dan kebutuhan masyarakat yang masih belum terbantu,” kata Julie.

Ia memastikan NasDem akan terus melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan secara berkala sesuai kebutuhan di lapangan.
Julie menyebut bantuan yang telah disiapkan mencapai sekitar 10.000 paket.

Distribusi akan dilanjutkan dengan mempertimbangkan hasil pendataan dan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

Ia berharap koordinasi dengan Keuskupan Agung Ende dapat memperluas jangkauan bantuan, khususnya ke wilayah yang sulit dijangkau dan kelompok masyarakat yang belum tersentuh bantuan.

“Saya minta Bapak Uskup terus mendoakan kami agar tetap kuat sehingga kami bisa terus menyalurkan berkat kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Julie.

Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama. Setelah itu, Julie dan rombongan melanjutkan agenda penanganan korban gempa di sejumlah wilayah Flores.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung