Redaksi76.com – Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa sebagai bagian dari upaya memperjuangkan aspirasi serta kebutuhan petani.
Penguatan tersebut ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan Koordinator Kecamatan (Korcam) serta Koordinator Desa (Kordes) TMI Kecamatan Kota Baru yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit combine harvester, Minggu (9/8/2026).
Pelantikan jajaran pengurus dilakukan Ketua DPD TMI Kabupaten Ende, Yosefat Yosef Lima, dan disaksikan Wakil Ketua Umum TMI, Wilfridus Yons Ebit.
Kegiatan itu turut dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Kota Baru, kepolisian, tokoh masyarakat, dan perwakilan kelompok tani.
Ketua DPD TMI Kabupaten Ende Yosefat Yosef Lima mengatakan, penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa bukan sekadar untuk memperluas jaringan organisasi.
Menurut dia, keberadaan Korcam dan Kordes harus mampu mendekatkan TMI dengan persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
“Penguatan organisasi harus diikuti dengan kerja nyata. Kami ingin Korcam dan Kordes menjadi bagian dari kekuatan TMI dalam mendengar, mengawal dan memperjuangkan kebutuhan petani di setiap wilayah,” ujar Yosefat.
Dorong Modernisasi Pertanian
Yosefat mengatakan, tantangan sektor pertanian saat ini tidak hanya menyangkut peningkatan produksi, tetapi juga efisiensi, pemanfaatan teknologi, akses terhadap sarana produksi, serta kemampuan petani meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
Karena itu, modernisasi pertanian dinilai perlu terus didorong agar petani tidak hanya berperan sebagai pelaku produksi, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan satu unit combine harvester untuk mendukung kegiatan pertanian di Kecamatan Kota Baru.
Combine harvester merupakan mesin yang mengintegrasikan sejumlah tahapan panen, antara lain pemotongan tanaman, perontokan, dan pembersihan gabah. Penggunaan mesin tersebut dapat mempercepat proses panen sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada tahapan tertentu.
Bantuan secara simbolis diserahkan Wakil Ketua Umum TMI Wilfridus Yons Ebit kepada Pemerintah Kecamatan Kota Baru yang diwakili Sekretaris Kecamatan Marianus Agang.
Selanjutnya, alsintan tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani penerima manfaat untuk mendukung kegiatan pertanian di wilayah tersebut.
Yosefat menekankan agar bantuan tersebut tidak berhenti sebagai simbol dukungan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi petani.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk membantu petani. Pengelolaannya juga harus dilakukan secara baik, transparan dan bertanggung jawab sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” katanya.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan efisiensi produksi. Mekanisasi panen diharapkan dapat membantu petani menghemat waktu sekaligus mengoptimalkan penggunaan tenaga dan biaya selama musim panen.
Pengelolaan Alsintan Harus Berkelanjutan
Selain penyaluran bantuan, Yosefat mengingatkan pentingnya pengelolaan alsintan setelah diterima kelompok tani.
Ia meminta kelompok penerima memiliki mekanisme yang jelas terkait penggunaan, perawatan, dan pemanfaatan alat sehingga keberadaan combine harvester dapat dirasakan secara lebih luas dan tidak hanya menguntungkan kelompok atau individu tertentu.
“Yang paling penting setelah bantuan diterima adalah bagaimana alat ini dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Jangan sampai hanya digunakan sesaat. Kami ingin keberadaannya benar-benar menjadi fasilitas bersama yang membantu meningkatkan efisiensi usaha tani,” ujar Yosefat.
Ia berharap pemerintah kecamatan, kelompok tani, dan masyarakat dapat membangun koordinasi dalam pemanfaatan combine harvester tersebut.
TMI Kabupaten Ende, lanjutnya, akan terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat sektor pertanian, termasuk melalui peningkatan akses petani terhadap teknologi dan sarana pendukung produksi.
Konsolidasi Harus Berujung pada Kerja Nyata
Yosefat menegaskan, pengukuhan Korcam dan Kordes TMI harus menjadi awal dari kerja organisasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Pengurus yang baru dikukuhkan diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan internal organisasi, tetapi juga aktif memahami kondisi serta kebutuhan petani di wilayah masing-masing.
“TMI harus hadir di tengah petani. Kami ingin organisasi ini menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendorong solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani,” katanya.
Dengan penguatan jaringan organisasi hingga tingkat desa dan dukungan terhadap pemanfaatan teknologi pertanian, TMI Kabupaten Ende berharap sektor pertanian di daerah tersebut dapat berkembang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TMI Kabupaten Ende untuk memperkuat pendampingan kepada petani sekaligus mendorong hadirnya dukungan nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pertanian di Kabupaten Ende.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













