Redaksi76.com || Ende – Pemerintah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Festival Daun Lontar Ende Lio, mulai dari panitia, pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, sponsor, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan desa, hingga berbagai elemen masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, melalui Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Ende Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Martinus Satba, pada acara penutupan festival.
Dalam sambutannya, Martinus menegaskan bahwa Festival Daun Lontar tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan ruang kolektif yang berperan penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat, menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan lokal, serta mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi yang berakar pada tradisi.
Menurutnya, daun lontar memiliki posisi strategis dalam sejarah dan kehidupan sosial masyarakat Flores, khususnya di Kabupaten Ende. Selain bernilai ekonomi, lontar juga mengandung nilai budaya, historis, dan kearifan lokal yang merepresentasikan ketekunan serta kemandirian masyarakat setempat.
“Lontar merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat. Nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga mencerminkan sejarah panjang, pengetahuan lokal, dan karakter masyarakat yang perlu terus dijaga dan diwariskan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Ende, lanjut Martinus, memandang festival tersebut sebagai instrumen strategis dalam upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Karena itu, kegiatan serupa dinilai perlu terus dikembangkan sebagai agenda tahunan yang terintegrasi dengan strategi pembangunan sektor pariwisata.
Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata berbasis budaya harus dilaksanakan secara terencana, promotif, berkelanjutan, dan berdaya saing agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan sebuah festival tidak semata diukur dari kemeriahan penyelenggaraannya, melainkan dari dampak yang dihasilkan, seperti meningkatnya kunjungan wisatawan, berkembangnya industri kreatif, tumbuhnya ekonomi lokal, serta semakin kuatnya citra Kabupaten Ende sebagai daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal,” katanya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Ende menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pelestarian budaya sebagai bagian integral dari pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Martinus juga mengajak generasi muda untuk terus merawat, mencintai, dan mengembangkan budaya daerah sebagai sumber inspirasi dalam berkarya serta berinovasi di tengah dinamika perkembangan zaman.
“Warisan leluhur harus menjadi fondasi dalam membangun masa depan. Kemajuan dapat dicapai tanpa kehilangan identitas sebagai masyarakat Ende, Lio, maupun Nage,” tuturnya.
Penutupan Festival Daun Lontar Ende Lio ditandai dengan penabuhan gendang secara simbolis. Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyerahan piagam penghargaan, sertifikat, dan bantuan pembinaan kepada para pemenang berbagai perlombaan.
Antusiasme masyarakat mewarnai seluruh rangkaian acara hingga akhir kegiatan yang ditutup dengan rekreasi bersama dan pementasan tarian tradisional Gawi, sebagai simbol persatuan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat Ende.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













