Refleksi Pribadi dari Kunjungan Papa Francesco:
– Menguatkan Nilai-Nilai Kebangsaan
– Menguatkan Nilai-Nilai Iman/Keyakinan (Faith)
– Menguatkan Nilai-Nilai Persaudaraan (Fraternity) dalam keberagaman
– Menguatkan Nilai-Nilai Kerendahan Hati dengan mengasihi sesama (Compassionate) dari seorang Paus memperlihatkan begitu mudah anak-anak dari kelompok yang paling rentan tapi bisa di peluk dan di kasihi dan ini diperlihatkan oleh Paus Fransiskus, demikian juga saat dijalan Paus bisa bersentuham tangan dengan siapapun yang bisa mendekat.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia bukan hanya peristiwa keagamaan, melainkan sebuah peristiwa kebangsaan yang mengajarkan banyak hal. Kesederhanaan, toleransi, dan efisiensi adalah tiga hal penting yang bisa kita refleksikan dari kunjungan ini.
Di tengah tantangan besar yang dihadapi Indonesia, baik dalam hal politik, ekonomi, maupun sosial, ketiga nilai ini bisa menjadi fondasi kuat untuk memperbaiki bangsa kita ke depan.
Di satu sisi, kita bisa merenungkan kesederhanaan Paus Fransiskus sebagai bentuk kritik terhadap gaya hidup mewah yang sering kali dipertontonkan oleh para pejabat publik kita.
Itulah juga salah satu alasan saya untuk melepaskan 1 tiket gelang saya menghadiri Misa Kudus di GBK dan memberikannya kepada yang lebih membutuhkan, dan saya mengikuti Misa Kudus di Katedral Jakarta.
Bukan ajang untuk memperlihatkan bahwa saya bisa menghadiri misa bersama di GBK, melainkan rasa Iman/Keyakinan (Faith) saya bahwa saya pun terberkati dengan kunjungan Paus kali ini dengan memberikan kasih kepada yang membutuhkan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
