Sembilan Bulan Berlatih Tanpa Henti, SMAN Maurole Siap Buktikan Diri di Turnamen Antar-SMA

Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket.Foto: Skuad SMA Negeri Maurole. Istimewa

Redaksi76.com Di tengah euforia bergulirnya Turnamen Sepak Bola Antar-SMA 2026, SMA Negeri Maurole datang dengan satu modal yang tidak dimiliki semua peserta: konsistensi.

Selama kurang lebih sembilan bulan terakhir, tim ini terus menjalani latihan secara rutin meski tanpa kepastian kompetisi.

Kini, kerja keras panjang tersebut akan diuji saat mereka menghadapi SMK Sanjosfrend Mukusaki pada laga perdana yang digelar Kamis (11/6/2026).

Namun bagi skuad asuhan Roy Saputra Nurdin, berbicara mengenai trofi juara masih terlalu jauh. Fokus mereka hanya satu: memenangkan pertandingan pertama.

“Kami belum berbicara soal target yang terlalu jauh. Fokus kami sekarang adalah pertandingan pertama melawan SMK Sanjosfrend Mukusaki,” ujar Roy saat ditemui pada pembukaan turnamen.

Sikap tersebut mencerminkan karakter tim yang dibangun melalui proses panjang. Di saat banyak tim baru mulai mempersiapkan diri menjelang turnamen, SMAN Maurole justru telah menanam fondasi sejak berbulan-bulan sebelumnya.

“Persiapan kami sekitar sembilan bulan. Walaupun tidak ada turnamen, latihan tetap kami jalankan secara rutin,” katanya.

Bagi Roy, kekuatan utama timnya bukan terletak pada satu atau dua pemain bintang. Ia lebih percaya pada kekompakan dan kerja kolektif yang selama ini menjadi identitas SMAN Maurole.

“Semua pemain kami andalkan. Tidak ada yang lebih penting dari yang lain. Kekuatan kami ada pada kebersamaan tim,” tegasnya.

Di balik persaingan memperebutkan kemenangan, Roy melihat turnamen ini memiliki makna yang lebih besar. Ia meyakini kompetisi pelajar merupakan ruang lahirnya talenta-talenta muda yang kelak dapat menjadi aset sepak bola daerah bahkan nasional.

“Kami berharap turnamen seperti ini melahirkan kader-kader terbaik. Dari sini mudah-mudahan muncul pemain-pemain yang bisa berkembang lebih jauh dan menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.

Tak hanya soal prestasi, Roy juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter para pemain. Ia mengingatkan bahwa perjalanan di dunia sepak bola membutuhkan ketekunan, pengalaman, dan mental yang kuat.

“Sepak bola membutuhkan banyak pengalaman. Karena itu adik-adik harus tetap semangat, terus berjuang, dan jangan cepat puas,” pesannya.

Nilai sportivitas pun menjadi prinsip yang selalu ditanamkan kepada seluruh pemain. Menurut Roy, sepak bola sejatinya bukan sekadar soal menang dan kalah, melainkan tentang persahabatan, rasa hormat, dan kebersamaan.

“Kami selalu mengajarkan bahwa lawan di lapangan bukan musuh. Mereka adalah sahabat yang bersama-sama menciptakan pertandingan yang menarik dan sportif,” katanya.

Semangat yang sama juga terlihat dari para pemain. Dius, salah satu pemain SMAN Maurole, mengaku semakin termotivasi setelah menyaksikan pertandingan pembuka antara SMAK St. Petrus dan SMAN 1 Wolowaru yang berlangsung sengit dan penuh antusiasme.

Atmosfer kompetisi yang terasa begitu hidup membuatnya semakin bertekad memberikan kontribusi terbaik saat timnya turun bertanding.

“Saya akan memberikan yang terbaik untuk tim,” ujarnya singkat namun penuh keyakinan.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat juang sepanjang turnamen berlangsung.
“Untuk teman-teman semua, tetap semangat,” pesannya.

Kini, setelah sembilan bulan ditempa melalui latihan, disiplin, dan kebersamaan, SMAN Maurole bersiap menulis babak baru perjuangan mereka.

Laga perdana bukan sekadar pertandingan pembuka, melainkan momentum pembuktian bahwa kerja keras yang dijalani dalam diam mampu berbicara lantang di atas lapangan hijau.

Judul dan penutup dibuat lebih kuat agar terasa seperti liputan utama olahraga di media nasional, dengan unsur human interest, perjuangan, dan narasi yang membangun emosi pembaca.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version