Redaksi76.com || Ende – Kepolisian Resor (Polres) Ende, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), turun langsung membantu warga terdampak gempa bumi di Desa Demulaka, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, Kamis (27/8/2026).
Selain menyalurkan bantuan sosial berupa sembako, kepolisian menggelar pemeriksaan kesehatan dan trauma healing bagi warga, khususnya anak-anak yang masih mengalami kecemasan setelah gempa mengguncang wilayah Flores.
Kegiatan yang berlangsung di Dusun Keudoa sejak pukul 14.45 Wita itu dipimpin Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., didampingi Pamatwil Kabidkum Polda NTT.
Tim trauma healing melibatkan Kabag Psikologi Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Paur Subbagpsipers Polda Jatim Iptu Ellan Wahyudi, S.Psi., Psikolog, empat personel Psikologi Polda Jatim, serta dua personel konselor Polres Ende.
Anak-anak diajak mengikuti permainan edukatif dan aktivitas interaktif. Pendekatan tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi kecemasan sekaligus memulihkan kondisi emosional mereka setelah mengalami guncangan gempa.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan, masih terdapat warga yang mengalami kekhawatiran untuk kembali tinggal di dalam rumah meski gempa utama telah berlalu.
“Fokus utama kami saat ini adalah memberikan imbauan dan edukasi agar masyarakat tenang, tidak panik, serta merasa aman untuk kembali tinggal dan beraktivitas di dalam rumah. Gempa-gempa susulan kecil sudah jauh berkurang dan situasi dipastikan aman,” ujar Yudhi.
Salurkan 1.000 Paket Sembako
Dalam kegiatan tersebut, Polres Ende juga menyalurkan bantuan sembako dari Ibu Kapolri kepada masyarakat terdampak gempa.
Secara keseluruhan, sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan. Rinciannya, 443 paket untuk masyarakat di Kecamatan Wewaria, 500 paket untuk Kecamatan Wolowaru dan Maurole, serta 50 paket untuk warga Desa Demulaka, Kecamatan Ndona Timur.
Menurut Yudhi, seluruh bantuan telah disalurkan dan diterima masyarakat yang membutuhkan.
Selain bantuan pangan, pelayanan kesehatan dan pendampingan psikologis juga terus dilakukan melalui koordinasi Polres Ende, jajaran Polsek, pemerintah kecamatan dan desa, serta tokoh masyarakat.
“Kegiatan hari ini kami menerjunkan Tim Trauma Healing serta Tim Dokkes yang didukung tim bantuan dari Polda Jatim, Polda NTB, dan Polda Bali. Tujuan utamanya adalah membantu memulihkan kondisi psikologis warga terdampak agar trauma dapat teratasi,” kata Yudhi.
Ia berharap pendampingan tersebut dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kecemasan berlebihan terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Kami berharap melalui kegiatan trauma healing dan bakti kesehatan ini, masyarakat dapat kembali beraktivitas normal tanpa ada rasa cemas berlebih. Mari kita lewati musibah ini bersama-sama. Polres Ende akan selalu ada mendampingi masyarakat,” ujarnya.
Warga Apresiasi Bantuan
Bantuan sembako yang diberikan kepolisian disambut antusias warga Dusun Keudoa.
Robertus Lima, perwakilan warga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah memberikan bantuan di tengah kondisi sulit pascagempa.
“Kami warga masyarakat Dusun Keudoa menyampaikan terima kasih banyak kepada pihak kepolisian yang telah membantu kami melalui bantuan sosial berupa sembako,” kata Robertus.
Kegiatan kemanusiaan tersebut ditutup sekitar pukul 16.15 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Kehadiran aparat di tengah warga terdampak menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, tidak hanya melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga pendampingan kesehatan dan psikologis bagi masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
