Ketua TP PKK NTT Dampingi Anak Pengungsi Pascagempa di Sikka

Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket.Foto: Ketua TP PKK Pemprov NTT Kunjungi Warga Terdampak Gemapa di Kabupaten Sikka. Istimewa

Redaksi76.com || Ende – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena atau yang kerap disapa Bunda Asti Laka Lena, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, mengunjungi Posko Pengungsian Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Minggu (23/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pendampingan bagi warga terdampak gempa, khususnya anak-anak yang berada di lokasi pengungsian. Bunda Asti dan Bunda Fista berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui percakapan dan permainan.

Bunda Asti menegaskan, kebutuhan anak-anak selama masa tanggap darurat tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga rasa aman serta kesempatan untuk bermain dan belajar.

“Anak-anak harus tetap mendapatkan ruang untuk bermain, belajar dan bergembira. Kita ingin mereka merasa aman dan tahu bahwa banyak orang yang hadir, peduli dan memberikan perhatian,” ujar Bunda Asti.

Menurut dia, penanganan warga terdampak gempa harus dilakukan secara menyeluruh.

Selain memastikan ketersediaan pangan, air bersih, tempat tinggal sementara dan layanan kesehatan, pendampingan psikologis bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, juga perlu mendapat perhatian.

Interaksi dan kegiatan bermain bersama, kata Bunda Asti, dapat menjadi bagian dari upaya membantu anak menghadapi situasi pascabencana.

“Jangan sampai anak-anak merasa bahwa mereka sendirian menghadapi situasi ini. Mereka harus tahu bahwa ada orang-orang yang peduli dan bersama mereka,” katanya.

Bunda Asti juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sikka, TP PKK Kabupaten Sikka, relawan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan dan pendampingan masyarakat terdampak gempa.

Sementara itu, Bunda Fista mengatakan anak-anak merupakan salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi bencana.

Menurutnya, anak-anak tidak selalu mampu mengungkapkan rasa takut maupun kecemasan yang mereka alami.

“Anak-anak adalah bagian yang sangat penting untuk kita perhatikan. Mereka mungkin tidak selalu mampu mengungkapkan rasa takut dan kecemasan yang mereka alami. Karena itu, kita hadir untuk mendengarkan, menemani dan membuat mereka kembali tersenyum,” ujar Fista.

Ia mendorong agar kegiatan trauma healing dan pendampingan psikososial terus dilakukan di lokasi-lokasi pengungsian selama masa tanggap darurat.

“Harapan kita, meskipun berada di pengungsian, anak-anak tetap bisa belajar, bermain dan tumbuh dengan penuh semangat. Kita ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri,” katanya.

Kunjungan di Posko Pengungsian Wailiti menjadi bagian dari rangkaian pendampingan bagi anak-anak dan keluarga terdampak gempa selama masa pengungsian.

Perhatian terhadap aspek psikososial diharapkan dapat membantu anak-anak menjalani masa tanggap darurat dengan lebih aman dan nyaman.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version