Redaksi76.com – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).
Di tengah proses pemulihan pascabencana, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., turun langsung memastikan dukungan kemanusiaan menjangkau masyarakat dan fasilitas publik yang terdampak.
Pada Jumat (28/8/2026), Kapolda NTT bersama jajaran menyambangi Istana Uskup Agung Ende di Nuaguta, Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi bakti sosial sekaligus silaturahmi untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi dampak gempa yang mengguncang sejumlah wilayah Flores pada pertengahan Agustus lalu.
Kapolda didampingi Kapolres Ende, para Pejabat Utama Polda NTT, serta jajaran Bhayangkari. Rombongan disambut Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden SVD bersama para imam komunitas Keuskupan Agung Ende.
Dalam kesempatan tersebut, Polda NTT menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok serta donasi senilai Rp100 juta untuk mendukung pemulihan sarana ibadah yang terdampak gempa. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Kapolres Ende.
Kapolda NTT menegaskan, jajaran kepolisian di wilayah yang terdampak bencana telah diarahkan untuk mengambil peran aktif dalam proses pemulihan. Langkah tersebut tidak semata berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh kebutuhan kemanusiaan masyarakat yang terdampak langsung.
“Seluruh jajaran kepolisian di kabupaten terdampak telah kami instruksikan untuk turun langsung membantu masyarakat. Personel tidak hanya membantu pembersihan rumah warga dan fasilitas pendidikan, tetapi juga ikut mendorong percepatan pemulihan tempat-tempat ibadah,” ujar Kapolda NTT.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan kepada Keuskupan Agung Ende merupakan hasil donasi sukarela dari personel Polda NTT. Bantuan itu diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat renovasi sejumlah gereja yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Harapannya, dukungan ini dapat mempercepat proses pemulihan gereja-gereja yang terdampak, sehingga aktivitas keagamaan masyarakat di tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores dapat kembali berjalan secara normal,” katanya.
Kapolda juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila masih terdapat wilayah yang terisolasi atau masyarakat yang belum mendapatkan bantuan. Polda NTT, kata dia, akan mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk memastikan penanganan pascabencana berlangsung cepat dan menyeluruh.
Dukungan Moral bagi Keuskupan dan Umat
Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden SVD menyampaikan apresiasi atas perhatian dan respons cepat jajaran Polda NTT dalam membantu masyarakat menghadapi dampak gempa.
Kehadiran langsung Kapolda NTT di sejumlah lokasi terdampak, termasuk peninjauan terhadap gereja yang mengalami kerusakan berat di wilayah Ndona, dinilai memberikan dukungan moral yang berarti bagi Keuskupan Agung Ende dan umat Katolik di wilayah tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur atas kunjungan serta bantuan dari Bapak Kapolda NTT dan seluruh personel Polda NTT. Dukungan ini membuat kami tidak merasa berjalan sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit ini,” ungkap Mgr. Paulus Budi Kleden.
Keuskupan Agung Ende sendiri telah membentuk posko keuskupan sebagai pusat koordinasi penanganan warga terdampak bencana.
Kehadiran personel kepolisian yang turut membantu membersihkan puing-puing bangunan gereja dan kapela yang mengalami kerusakan dinilai memberikan manfaat nyata dalam mempercepat proses pemulihan.
Di tengah kondisi sejumlah bangunan gereja yang masih mengalami retakan akibat guncangan gempa, Keuskupan Agung Ende juga mengambil langkah mitigasi dengan mengimbau para romo dan pastor paroki untuk sementara melaksanakan Misa dan kegiatan peribadatan di ruang terbuka.
Kebijakan tersebut ditempuh sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus prioritas terhadap keselamatan umat, sembari menunggu kondisi bangunan dinyatakan aman untuk kembali digunakan.
Polisi Hadir di Tengah Pemulihan
Respons Polda NTT terhadap bencana Flores memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada distribusi bantuan.
Kehadiran aparat di lapangan menjadi bagian dari upaya membangun kembali rasa aman sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas yang memiliki nilai sosial dan spiritual bagi masyarakat.
Sinergi antara kepolisian, Keuskupan Agung Ende, tokoh agama, dan masyarakat pun menjadi modal penting dalam melewati fase pemulihan.
Bagi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana, kehadiran negara tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi juga dari seberapa cepat aparat hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Polda NTT memastikan komitmen tersebut terus dijaga, dengan menempatkan keselamatan masyarakat dan percepatan pemulihan sebagai bagian penting dari tugas kemanusiaan kepolisian.
Keuskupan Agung Ende turut mendoakan agar seluruh personel Polda NTT senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan Tuhan dalam menjalankan tugas kemanusiaan serta pelayanan kepada masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
