Opini  

Pentingkah, Saya Harus Berdebat Dengan Gubernur Victor?

1. Penyelenggara debatnya harus dari lembaga independen, bukan dari Pemda NTT. Misalnya universitas, lembaga studi, dll.

2. Harus ada moderator dari independen juga.

3. Harus ada Tim Ahli (Ahli Filsafat, Ahli Pendidikan, dll.) yang akan menilai bobot debat itu.

4. Tim Ahli independen itu yang menyimpulkan hasil debat.

5. Hanya ada dua kesimpulan Tim Ahli: 1. Kebijakan dilanjutkan, atau 2. Kebijakan dibatalkan.

6. Hasil/kesimpulan debat yang dibuatkan Tim Ahli itu langsung dinotariskan di hadapan Notaris. Jika Bung Victor melanggar kesepakatan itu, dengan bukti notariat itu, kami (dan publik) berhak untuk membawa Bung Victor ke jalur hukum dengan tuduhan melakukan kebohongan publik.

6. Gubernur Victor harus patuh pada kesimpulan Tim Ahli itu. Bila batal, ya harus batal. Bila kesimpulannya dilanjutkan, ya “Sekolah Jam 05.00) dilanjutkan.

Dalam tataran luas, perdebatan itu harus terbuka untuk publik (termasuk siaran langsung), biar jadi pembelajaran gratis untuk masyarakat tentang pedagogi, kebijakan publik, dll.

Bila metodologi perdebatan semacam ini, maka saya siap menjadi salah satu pedebatnya. Bila debatnya cuma debat kusir yang mirip orang berkelahi bebas di jalanan, saya tidak mau tampil. Apakah Bung Victor berani?

Awas, Serangan Fajar 05.00!

Di mata sebagian masyarakat NTT sudah menilai prestasi kinerja Bung Victor relatif rendah. Semua janji politik beliau di masa lalu cukup ramai jadi bahan olokan meme di medsos, karena dinilai gagal. Saya yakin, Bung Victor tahu soal itu; paling tidak bisa dilihat dari “diam”-nya beliau terhadap program-program besar beliau yang sempat memberi mimpi indah bagi publik NTT.

Sebagai seorang politikus, Bung Victor pasti ingin melanjutkan karirnya di politik. Setidak-tidaknya ada dua langkah berikut beliau pasca-gubernur: 1. Mencalonkan diri sebagai Cagub NTT ke periode kedua (2024-2029), atau 2. Menjadi Caleg NasDem dari NTT ke DPR pusat (yang ini sudah beliau ucapkan ke media beberapa waktu lalu).

Pertanyaannya: Apa modal sosial Bung Victor untuk memenangkan pertarungan di 2024?

Jelas, kinerja beliau selama jadi gubernur NTT selama ini tidak dapat diandalkan untuk meraih dukungan publik seperti di Pilkada NTT lalu.

Sebagaimana beliau biasa memberi mimpi indah kepada masyarakat NTT, maka program “Sekolah Jam 05.00” ini adalah mimpi baru yang disodorkan Bung Victor ke publik NTT: bahwa “NTT Akan Masuk 200 Besar” SMA/K terbaik Indonesia, mudah masuk UGM-UI-ITB-Undip-dll., asalkan sekolah mulai jam 05.00 pagi. Dalam spekulasi politik, mimpi baru ini akan dipercaya lagi oleh segelintir orang NTT. Ini adalah modal sosial baru bagi Bung Victor ke 2024.

Jadi, kalau isu “Sekolah Jam 05.00” ini terus didendangkan, maka inilah kampanye gratis bagi Bung Victor menuju 2024.

Secara teoritis & empirik, posisi sekolah di NTT tidak akan bisa masuk “200 Besar Indonesia” dengan “Sekolah Jam 05 00” itu. Bahkan saya meyakini, ranking “10 Sekolah Jam 05.00” itu akan makin menurun, kecuali di saat-saat terakhir ada exodus besar-besaran siswa-siswa terbaik dari Jawa membanjiri 10 sekolah itu. Karena untuk bisa masuk UGM, ITB, UI, Undip, ITS, Unair bukan soal berapa jam anak belajar per-hari, tapi seberapa efektifnya anak belajar. Jika belajarnya efektif, satu jam belajar per-hari pun bisa masuk UGM, UI, dll. Anak saya sudah membuktikan; tidak sekolah sekalipun (otodidag) tetap bisa masuk universitas top Indonesia.

Jadi, memperpanjang isu “Sekolah Jam 05.00” ini selain tidak penting, juga memberi panggung kampanye buat Bung Victor ke kompetisi 2024. Ibaratnya inilah “Serangan Fajar Jam 05.00”. Apalagi, itu hanya untuk 10 Sekolah di Kupang dan adalah hak siswa dan orangtuanya untuk mau masuk atau keluar dari sekolah-sekolah itu—bila orang mau memilih sekolah-sekolah itu, apa hak kita untuk mempersoalkan pilihan mereka?

Apa Pendapatmu?

ATAU, apakah ada pendapat lain dari para sahabat di sini? Jika pendapat para sahabat di sini mampu menunjukkan pentingnya perdebatan itu untuk masyarakat dan pembangunan NTT, maka saya akan berusaha maju sebagai salah satu calon pedebatnya!

Jika itu tidak penting, mari kita lupakan kebijakan “Sekolah Jam 05.00 Pagi”. Fokuskan kembali ke isu-isu kinerja Bung Victor, kasus Bank NTT, dan lain lain.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version