Merdeka Atau Belum Merdeka

Editor: Tim Redaksi
Frans Kato. Foto:Istimewa

Lantas bagaimana kenyataan sekarang ini? Kita memiliki makna baru yang terlukis pada dimensi kemerdekaan.

Bumi dan semua kekayaan indonesia dikuasai oleh kapitalisme. Bangsa ini menjadi jongos di rumah sendiri. Kekayaan bumi indonesia terus dikuras oleh kegiatan kapitalisme.

Dampak dari itu, pengangguran dan kemiskinan semakin membengkak. Permerintah sulit membuka lapangan kerja .Akibatnya, sekitar lima juta Warga Negara Indonesia menjadi jongos diluar negeri melalui kegiatan ekspor tenaga kerja indonesia (TKI) dan tenaga kerja wanita indonesia (TKW) .

Semua negara maju didunia ini menilai indonesia sebagai produsen tenaga jongos yang terbesar di dunia. Padahal, kekayaan perut bumi indonesia, adalah yang terbesar didunia.

Namun semua itu di kuasai oleh negara lain melalui kegiatan kapitalisme dalam bentuk penjajahan ekonomi. Itulah merdeka baru. Lantas bagaimana dengan makna kata baru Merdeka ?

Hakekat kosa kata “Baru Merdeka”, ketika bangsa  Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Mampu membuat Jepang tergantung hidupnya dari indonesia lantaran kebutuhan gas Jepang dibeli dari Indonesia.

Kebutuhan batu bara Cina tergantung dari bangsa  Indonesia. Kebutuhan minyak negara Singapore dan Amerika, tergantung dari bangsa Indonesia.

Kebutuhan minyak kelapa sawit Malaysia dan dunia tergantung dari Indonesia. Semua hal itu menjadi paradoks lantaran bangsa  Indonesia tergantung dari mereka. Jadi kapan kita menikmat Baru Merdeka atau Merdeka Baru.)**

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version