Undana Bakal Terbitkan Panduan Umum Jenis Tugas Akhir Selain Skripsi

Jadi, kalau mahasiswa punya alternatif tugas akhir selain skripsi, maka memungkinkan untuk studinya bisa tepat waktu 8 semester, Nah, selama ini saya melihat data-data akademik kita  mahasiswa yang tidak tepat waktu karena lama waktu yang dicurahkan itu justru pada penyelesaian tugas akhir, bayangkan,  untuk semester yang ada mata kuliahnya, mereka cepat selesai tapi ketika hanya 6 SKS pada tugas akhir, bisa sampai 4 semester atau 2 tahun, sehingga waktu yang ada kenapa dicurahkan banyak sekali untuk tugas akhir ?,” tanya Prof. Annytha Detha.

Oleh karena itu, menurut Prof Dr Annytha, dengan adanya Permendikbud 53, maka  menjadi kesempatan untuk mencari pola lain yang bisa diterapkan di Undana untuk melihat alternatif tugas akhir selain skripsi.

Untuk menyusun dan menetapkan pedoman penyusunan tugas akhir, kata Warek I Undana ini, tentu harus dibuat dalam Peraturan Rektor dengan meminta pertimbangan Senat Undana agar disahkan menjadi suatu panduan yang bisa diterapkan di Undana.

Tentu ini menjadi berita baik bagi Prodi, karena Prodi punya alternatif banyak untuk menghasilkan luaran selain skripsi,“ ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Annytha Detha menjelaskan bahwa Iuaran tugas akhir mahasiswa bisa saja berupa produk yang siap pakai.

Contohnya, mahasiswa Ilmu Komputer, misalnya, membuat proyek aplikasi arsip di suatu kantor bersama teman-teman berarti menyelesaikan suatu aplikasi yang langsung diterapkan. Jadi produknya bukan hanya skripsi tapi ada produk lain yang langsung diimplementasi pengguna, di bidang kimia, misalnya, mungkin menghasilkan senyawa yang sifatnya senyawa metaboli dari tanaman-tanaman yang ada di NTT dan menjadi produk luaran yang mahal, kemudian daftarkan ke Dirjen Hak Kekayaan Intelektual sebagai milik pribadi dengan dosen pembimbing,”ujarnya.

Menurut Prof. Annytha,seorang mahasiswa atau dengan kelompoknya melakukan proyek perubahan di suatu komunitas dalam bentuk proyek untuk desa bersih, dimana program itu nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Begitupun dengan penelitian mahasiswa bisa menghasilkan publikasi jurnal internasional bereputasi.

Perlu Laporan Ilmiah Akademik.

Meski sejumlah kegiatatn bisa diklaim sebagai bentuk tugas akhir, Prof. Annytha kembali menegaskan, bahwa apapun bentuk tugas akhir, mahasiswa tersebut wajib memiliki dokumentasi akademik atau laporan ilmiah akademik yang disampaikan mahasiswa ke Prodi.

Misalnya, publikasi jurnal (yang dilakukan mahasiswa, red,- ), berarti artikel jurnal sebagai dokumen laporan ilmiah akademiknya,atau misalnya proyek bersama, berarti dia menceritakan latar belakang dalam tulisannya, metode dan hasilnya seperti apa baik sebelum dan sesudah diintervensi. Nah, perubahan-perubahan itu yang di-list dalam laporan ilmiah akademik, yang dapat menjadi instrumen untuk melaporkan tugas akhir, baik dalam skripsi, publikasi jurnal, proyek bersama, prototipe produk, purwarupa, dan/atau bentuk lainnya,” sambungnya.

Warek I Undana berharap agar berita baik ini diketahui oleh civitas akademika agar dapat menentukan bentuk tugas akhir yang tepat pada masing-masing Prodi di lingkungan Undana.( B76/ tef)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version