Bantuan berupa sembako, pakaian, makanan, dan perlengkapan sekolah memang berpindah tangan hari itu. Tapi lebih dari itu, yang berpindah adalah rasa: dari hati ke hati, dari tangan yang memberi kepada jiwa yang menerima.
Anak-anak yang selama ini hidup dalam pelindung tembok panti, hari itu seolah menjebol batasan-batasan itu. Mereka menari, berjoget, dan tertawa bersama ibu-ibu PKK. Tak ada lagi ‘pemberi’ dan ‘penerima’. Yang ada hanyalah keluarga besar yang duduk satu lingkaran, saling menatap dengan mata penuh harapan.
Semangat dari Timur untuk Seluruh Negeri
Di bawah kepemimpinan Ny. Asty Laka Lena, TP PKK Provinsi NTT tak lelah menyalakan obor kesejahteraan dari kampung ke kampung, dari kota ke kota. Dan hari itu, api kecil itu dinyalakan di hati anak-anak Panti Asuhan Kasih. Api yang semoga terus menyala, menjadi cahaya bagi perjalanan hidup mereka kelak.
Menabur Benih di Tanah Hati
Anjangsana ini bukan akhir, tapi awal dari tumbuhnya benih-benih cinta di ladang sosial yang sering gersang oleh ego dan kepentingan. TP PKK Provinsi NTT telah menunjukkan, bahwa hadir bagi sesama tidak selalu harus dengan gegap gempita, tapi bisa lewat genggaman tangan, senyum tulus, dan tatapan yang berkata: “Kamu penting. Kamu berarti.”
Dan pada hari itu, di halaman sederhana Panti Asuhan Kasih, cinta tak hanya dibagikan. Ia dirayakan.
Penulis ; Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
