Redaksi76.com – Pagi itu, udara di kaki lereng Lepembusu masih menyisakan dingin. Kabut belum sepenuhnya terangkat dari pucuk-pucuk pohon, ketika deru kendaraan mulai terdengar menuju SD Negeri Sarelaka, sebuah sekolah dasar yang terletak di Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende.
Anak-anak berseragam lusuh tampak berbaris rapi, mata mereka berbinar, menanti sesuatu yang belum tentu mereka pahami sepenuhnya. Namun pagi itu berbeda. Bukan hanya karena ada tamu penting yang datang, tetapi karena mereka sedang menyambut harapan.
Selasa, 30 September 2025, menjadi hari yang tak terlupakan bagi siswa-siswi SDN Sarelaka. Pemerintah Daerah Kabupaten Ende, di bawah kepemimpinan Bupati Yosef Benediktus Badeoda dan Wakil Bupati Dr. drg. Dominikus Minggu Mereka (Domi Mere), datang bukan sekadar membawa janji, tetapi membawa bukti: seragam dan tas sekolah untuk anak-anak di pelosok.
“Bukan Sekadar Seragam, Tapi Sebuah Harapan”
Dalam sambutannya yang hangat, Wakil Bupati Ende, Dr. drg. Domi Mere, berbicara bukan dengan naskah, tetapi dengan hati. Ia memandang satu per satu wajah kecil yang berdiri di hadapannya, lalu berkata dengan nada yang tulus:
“Ketika anak-anak kita punya kemauan dan antusiasme untuk sekolah dan menimba ilmu, maka orang tua, termasuk pemerintah, wajib memberi dukungan. Sebab masa depan daerah ini ada di pundak mereka.”
Kalimat itu disambut tepuk tangan meriah—bukan karena retorika, tapi karena masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Di tempat di mana akses masih terbatas, dan ekonomi menjadi tantangan sehari-hari, kehadiran pemerintah adalah penyambung napas harapan.
“Ende Baru untuk Semua“
Spirit “Ende Baru untuk Semua” bukan lagi sekadar slogan. Ia kini menjelma dalam bentuk tas, sepatu, dan seragam baru yang dibawa langsung oleh Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende.
Kepala Dinas PK, Mathildis Mensi Tiwe, S.E., M.Si., Akt, yang turut hadir mendampingi Wabup Domi, menyampaikan bahwa bantuan ini bukan proyek biasa. Ini adalah cermin keberpihakan.
“Ini wujud tanggung jawab dan keberpihakan nyata pemerintah terhadap dunia pendidikan, terutama dalam menjawabi kebutuhan dasar anak-anak peserta didik,” tegas Kadis Mensi.
Bagi sebagian orang, mungkin seragam hanyalah kain yang dijahit. Tapi bagi orang tua di Sarelaka, itu adalah keringat yang bisa dihemat. Bagi anak-anak, itu adalah kebanggaan, sebuah identitas baru yang membuat mereka merasa setara.
Ketika Negara Hadir di Depan Pintu Sekolah
Kehadiran pemerintah, bukan di ruang-ruang rapat tapi di ruang kelas dan halaman sekolah seperti ini, menghadirkan energi baru bagi para guru, kepala sekolah, hingga komite dan orang tua. Mereka menyaksikan bahwa negara hadir bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tapi juga dalam sentuhan nyata.
“Ketika pemimpin selalu tergerak hati untuk hadir dan menyapa, maka segala beban dan tantangan dunia pendidikan akan terurai dengan baik,” tutur Kadis Mensi.
Dalam suasana yang sederhana itu, anak-anak dengan mata penuh semangat memeluk tas baru mereka, mungkin belum tahu betapa besar arti bantuan itu bagi masa depan mereka. Tapi di balik senyum polos itu, tertanam satu hal penting: mereka merasa dihargai.
Menanam Pendidikan, Menuai Peradaban
Kebijakan yang menyentuh pendidikan bukan hanya soal fasilitas. Lebih dalam dari itu, ini adalah investasi jangka panjang pada masa depan daerah.
Wakil Bupati Domi Mere menegaskan pentingnya menciptakan atmosfer pendidikan yang sehat dan ramah anak, tempat di mana setiap peserta didik merasa aman dan termotivasi.
“Kepada anak-anakku, teruslah mengasah diri dengan bekal ilmu dan keterampilan. Masa depan Ende ada di pundak kalian. Teruslah belajar sepanjang hayat.”
Di akhir kunjungan, para pejabat dan guru berbaur bersama siswa. Tidak ada sekat, tidak ada protokoler yang kaku. Hanya ada satu pesan yang bergema: “Pendidikan adalah hak, bukan kemewahan.”
Sarelaka, Sebuah Awal
Bagi SD Negeri Sarelaka, hari itu mungkin hanya satu hari dalam kalender. Tapi bagi anak-anak di sana, itu adalah awal dari banyak mimpi yang mulai disusun kembali. Dengan seragam baru dan tas di punggung, mereka berjalan pulang dengan langkah lebih ringan—membawa harapan bahwa suatu hari nanti, mereka bisa kembali sebagai pemimpin yang pernah menerima, dan kini memberi.
Dan itulah makna dari “Ende Baru untuk Semua”—ketika pembangunan bukan hanya membangun jalan dan gedung, tapi juga membangun mimpi dan masa depan.
Penulis: Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
