Warga Pantura Ende Geram, DPRD NTT Dapil V Dinilai Tutup Mata atas Kerusakan Parah Jalan Trans Utara

Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket. Foto: Alviano Wiwi, Ketua Maurole Project. Istimewa

Redaksi76.com || Ende – Warga masyarakat di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mempertanyakan peran anggota DPRD Provinsi NTT dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT V, khususnya yang berasal dari Kabupaten Ende, terkait kerusakan jalan provinsi di wilayah Trans Utara.

Sorotan tersebut mencuat menyusul kondisi sejumlah ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan parah, antara lain pada jalur Detusoko–Kotabaru dan Maukaro–Kotabaru, yang hingga kini dinilai belum mendapat penanganan serius dari Pemerintah Provinsi NTT.

Tokoh muda Pantura, Alviano Wiwi, kepada media, Sabtu (24/1/2026), mengatakan bahwa kerusakan jalan di wilayah Trans Utara telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.

Namun, menurutnya, tidak terlihat kehadiran anggota DPRD Provinsi NTT, khususnya dari Kabupaten Ende, untuk turun langsung menemui masyarakat dan mencari solusi bersama.

“Kerusakan paling parah itu berada di wilayah Tendaleo, Fataatu, dan Paupanda. Sampai hari ini tidak ada satu pun anggota DPRD Provinsi dari Ende yang datang melihat langsung kondisi tersebut. Ini sangat kami sesalkan,” ujar Alviano.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version