Redaksi76.com – Upaya percepatan penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Malaka terus diperkuat melalui Gerakan Kembali Bersekolah (GEMBALA) yang diinisiasi Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia Nusa Tenggara Timur (SP2MI NTT).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri Fatuknutuk, Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu, pada Senin (23/3/2026), hasil kolaborasi antara SP2MI NTT dan PKBM Lurumutin Malaka.
Ketua SP2MI NTT, Polikarpus Do, menegaskan bahwa GEMBALA merupakan langkah strategis untuk mengembalikan anak-anak putus sekolah ke dalam sistem pendidikan.
“Kami mendorong anak-anak yang putus sekolah agar kembali menimba ilmu. Jika mengalami kendala di jalur formal, maka pendidikan non-formal menjadi alternatif yang harus dimanfaatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PKBM Lurumutin, Maria Deviana Seran, mengungkapkan bahwa angka anak tidak sekolah di Kabupaten Malaka masih tergolong tinggi sehingga membutuhkan intervensi bersama dari berbagai pihak.
“Melalui GEMBALA, kami ingin memastikan anak-anak tetap memiliki akses pendidikan demi menyongsong Generasi Emas 2045,” katanya.
Program GEMBALA merupakan bagian dari komitmen SP2MI NTT dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis masyarakat.
Organisasi tersebut telah merancang sepuluh program unggulan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Program-program tersebut meliputi penguatan kelembagaan pendidikan non-formal dan informal melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, peningkatan kompetensi pendidik, serta penguatan sumber daya manusia melalui Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
Selain itu, SP2MI NTT juga mendorong penguatan budaya literasi, penyelenggaraan festival pendidikan non-formal, pemberian apresiasi kepada pelaku pendidikan, serta advokasi bagi masyarakat yang mengalami ketidakadilan sosial.
Kemitraan strategis lintas sektor juga terus dibangun guna memperkuat sinergi dalam pembangunan pendidikan. Di sisi lain, percepatan penanganan anak tidak sekolah melalui GEMBALA dan program pengentasan buta aksara menjadi fokus utama.
Melalui berbagai program tersebut, SP2MI NTT optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, upaya ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Generasi Emas 2045, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
