PT SGI Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa, KWT Fonga Sama Kembangkan Produk Olahan Labu Jepang di Ende

Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket.Foto: PT SGI Gelar Pelatihan Pengolahan Labu Jepang Jadi Prodak Bernilai Ekonomis Bagi Kelompok Tani Wanita Fonga Sama di Desa Sokoria. Redaksi76.com

ENDE, Redaksi76.com – Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal terus didorong oleh PT Sokoria Geothermal Indonesia (SGI). Melalui program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan menggelar pelatihan pengolahan produk berbahan dasar labu Jepang bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Fonga Sama di Desa Sokoria, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Kopi Desa Sokoria tersebut dihadiri jajaran manajemen PT SGI, Pemerintah Desa Sokoria, serta seluruh anggota KWT Fonga Sama. Pelatihan berlangsung dalam suasana interaktif dengan partisipasi aktif para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pendampingan.

Pendamping Program Pemberdayaan Bidang UMKM PT SGI, Ngalim, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan komoditas lokal yang memiliki potensi nilai tambah.

Menurutnya, hasil identifikasi lapangan menunjukkan bahwa labu Jepang merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Sokoria.

Potensi tersebut kemudian menjadi dasar bagi perusahaan bersama masyarakat untuk mengembangkan produk olahan yang memiliki peluang pasar lebih luas.

“Setelah melakukan pemetaan potensi desa dan berdiskusi bersama masyarakat, kami melihat bahwa labu Jepang merupakan komoditas yang hampir dimiliki setiap keluarga. Karena itu, kami sepakat menjadikannya sebagai bahan baku produk unggulan yang dapat dikembangkan dan dipasarkan secara berkelanjutan,” ujar Ngalim.

Ia menambahkan, setelah kelompok usaha terbentuk, PT SGI langsung memberikan dukungan berupa penyediaan bahan baku, peralatan, serta pendampingan teknis produksi. Hasilnya, anggota kelompok kini telah mampu memproduksi produk secara mandiri.

Dalam kurun waktu sekitar 45 hari sejak program berjalan, KWT Fonga Sama berhasil memproduksi sekitar 1.000 kemasan produk olahan berbahan dasar labu Jepang.

“Pencapaian tersebut menunjukkan kapasitas dan semangat anggota kelompok yang sangat baik. Dengan perkembangan yang ada saat ini, kami optimistis usaha ini dapat tumbuh menjadi unit ekonomi produktif yang berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, PT SGI juga telah membantu proses pengurusan berbagai aspek legalitas produk agar memenuhi persyaratan pemasaran yang lebih luas.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version