Selama Dua Bulan Mengalami Gangguan, Tower BTS di Desa Otogedu Akan Segera Diperbaiki

Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket.Foto: Yosafat Yoseff Lima, Ketua Fraksi Gabungan DPRD Kabupaten Ende. Istimewa

Redaksi76.com || Ende – Setelah lebih dari dua bulan mengalami gangguan hingga hilangnya sinyal secara total, masyarakat di Desa Otogedu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende dipastikan segera kembali menikmati layanan telekomunikasi.

Pemerintah bersama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan segera melakukan perbaikan menara Base Transceiver Station (BTS) di Desa Otogedu.

Kepastian tersebut disampaikan Ketua Fraksi Gabungan DPRD Kabupaten Ende, Yosafat Yosef Lima, setelah berkoordinasi dengan BAKTI Komdigi terkait penanganan gangguan jaringan yang telah dikeluhkan masyarakat selama beberapa bulan terakhir.

Menurut Yosafat, wilayah terdampak meliputi Desa Otogedu, Dusun Watukamba, Desa Datuwulu, serta sejumlah desa di Kecamatan Detukeli yang selama ini mengalami hilangnya layanan komunikasi dan internet.

“Informasi yang kami terima, tim BAKTI sebenarnya sudah turun ke lokasi. Namun sempat terjadi miskomunikasi sehingga proses perbaikan belum bisa dilakukan. Kini persoalan tersebut sudah selesai setelah pemilik lahan memberikan izin kepada BAKTI untuk melakukan perbaikan,” kata Yosafat, Kamis (6/8/2026).

Ia berharap proses perbaikan dapat segera direalisasikan agar masyarakat kembali memperoleh akses komunikasi dan internet secara normal.

Yosafat menilai gangguan jaringan yang berlangsung sekitar dua bulan telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Selain menghambat komunikasi keluarga, kondisi tersebut juga mempersulit akses layanan kesehatan, pendidikan, pelayanan pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang kini semakin bergantung pada layanan digital.

“Dalam kondisi darurat, masyarakat kesulitan menghubungi tenaga kesehatan maupun anggota keluarga. Mahasiswa juga kehilangan akses komunikasi dengan orang tua. Karena itu, internet saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Selain mengawal percepatan perbaikan BTS di Desa Otogedu, Yosafat mengatakan pihaknya akan terus mendorong pemerataan infrastruktur telekomunikasi di Kabupaten Ende.

Menurut dia, meski jaringan internet telah tersedia di Desa Wologai yang merupakan salah satu desa wisata di Ende, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum memperoleh layanan internet secara memadai.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian agar wilayah yang masih mengalami blankspot dapat segera memperoleh akses jaringan internet,” katanya.

Yosafat juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Fernando Jode Osorio Soares yang dinilainya turut membantu mempercepat koordinasi sehingga perbaikan BTS di Desa Otogedu dapat segera direalisasikan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar seluruh wilayah blankspot di Kabupaten Ende dapat segera menikmati layanan telekomunikasi yang memadai.

“Jaringan internet bukan lagi sekadar fasilitas pendukung, tetapi telah menjadi kebutuhan dasar yang menunjang pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, keamanan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Yosafat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version