Program-program tersebut dirancang agar peserta didik memiliki kompetensi yang siap diterapkan di dunia kerja, baik di sektor formal maupun informal.
Tak hanya itu, lembaga ini juga menghadirkan program pendidikan kewirausahaan (PKW) guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui program ini, warga belajar didorong untuk mampu menciptakan peluang usaha produktif.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja sendiri,” tambah Polikarpus.
Dikenal sebagai salah satu PKBM terbaik tingkat nasional, PKBM Bintang Flobamora juga aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Mulai dari pelatihan tenun ikat bagi generasi muda, pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, hingga pengelolaan taman bacaan masyarakat.
Polikarpus menjelaskan, PKBM memiliki peran strategis dalam pembangunan, yakni sebagai pusat belajar, pusat pengembangan ekonomi, dan pusat pengembangan sosial budaya.
Lebih jauh, PKBM Bintang Flobamora turut berperan dalam mengatasi persoalan anak tidak sekolah (ATS). Melalui program Gembala atau Gerakan Kembali Bersekolah, lembaga ini aktif menjangkau anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan.
Dengan berbagai inovasi dan program yang dijalankan, PKBM Bintang Flobamora menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan nonformal dapat menjadi solusi inklusif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
