Pemkab Ende Perkuat Budaya Literasi Anak melalui Layanan Perpustakaan Keliling

Ket.Foto: Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Bersama Para Orang Tua dan Anak - Anak Bangun Literasi Sejak Usia Dini.istimewa

Redaksi76.com || Ende  — Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem literasi masyarakat sejak usia dini.

Upaya tersebut diwujudkan melalui layanan Perpustakaan Keliling menggunakan Mobil MPK dalam kegiatan Gerakan Orang Tua Peduli Literasi Anak Usia Dini yang digelar di Paroki St. Maria Imaculata Ndona, Kabupaten Ende, Minggu (10/5).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan edukatif itu mendapat sambutan antusias dari anak-anak maupun para orang tua.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pastor Paroki St. Maria Imaculata Ndona Romo Ambros Nanga, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende Lambertus Sigasare beserta jajaran, Ketua Stasi St. Petrus Ndona Andre, para Bruder dan Suster, pengurus Rumah Baca Primadona, para pendamping Sekami dan JPA, serta ratusan anak peserta kegiatan.

Berbagai aktivitas literatif dan edukatif disuguhkan untuk menumbuhkan minat baca sekaligus kreativitas anak sejak dini. Kegiatan meliputi membaca bersama, mewarnai, story telling, ice breaking, hingga permainan edukatif yang dirancang interaktif dan menyenangkan.

Anak-anak tampak aktif memanfaatkan koleksi buku cerita dan bacaan anak yang disediakan melalui layanan Mobil Perpustakaan Keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende, Lambertus Sigasare, menegaskan bahwa penguatan budaya literasi tidak dapat hanya dibebankan kepada institusi pendidikan formal, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan sosial secara kolektif.

“Literasi harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari rumah. Orang tua memiliki peran sentral dalam membangun kebiasaan membaca anak sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya membaca,” ujarnya.

Sementara itu, Pastor Paroki St. Maria Imaculata Ndona, Romo Ambros Nanga, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Ende yang menghadirkan layanan perpustakaan keliling bagi anak-anak di wilayah pastoral Ndona.

Menurutnya, buku memiliki peran strategis dalam membentuk wawasan, karakter, dan masa depan generasi muda.

“Buku adalah jendela dunia. Melalui membaca, anak-anak dapat memperluas pengetahuan, memahami nilai-nilai kehidupan, serta membangun karakter yang baik. Karena itu, budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki masa depan yang cerah,” katanya.

Romo Ambros juga mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi proses belajar anak di rumah.

Ia menilai keteladanan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk kebiasaan literasi yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Ende berharap program pelayanan perpustakaan keliling dapat terus diperluas dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga budaya literasi semakin tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version