Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh Diminta menindak Tegas Obed Naitboho Akibat Tidak Berempati Terhadap Korban Lakalantas

Penetapan Isak Palai Peni selaku tersangka oleh Polres Kupang kata Meridian, menuai kejanggalan dalam masyarakat, sebab menurut kesaksian para warga di TKP bahwasanya sopir yang melarikan diri dari mobil Mitsubishi Pajero Sport plat DH 1371 CD sesaat setelah kejadian, adalah seorang pemuda berbaju merah, bukan justru seorang pria paruh baya bernama Isak Palai Peni.

Seperti yang perna diberitakan sebelumnya, penyidik Kejaksaan Negeri Kupang diminta serius menangani kasus kecelakaan Lalu Lintas yang terjadi pada tanggal (16/6/ 2025) menewaskan Dokter Abraham Taufiq, sehingga tersangkanya adalah benar- benar pelaku yang sesungguhnya alias bukan pemeran pengganti.

Permintaan tersebut disampaikan Meridian Dewanta, S.H selaku kuasa hukum keluarga almarhum dokter Abharam Taifiq melalui rilis yang dikirim melalui WhatsApp ke media ini pada tanggal (17/8/2025).

Dalam rilisnya itu, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT ini menegaskan, sesuai Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tanggal 28 Juli 2025 dari Polres Kupang, dijelaskan bahwa Penyidik akan melengkapi berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Kupang untuk itu dirinya meminta Kejaksaan Negeri Kupang untuk benar- benar meneliti berkas dan tersangka sehingga tidak ada oknum bayaran yang diarahkan untuk menjadi pemeran pengganti dari pelaku yang sesungguhnya.

Meridian menegaskan publik ingin agar saksi – saksi yang melihat, mendengar dan mengetahui kejadian kecelakaan lalu lintas yang menewaskan kliennya dokter Abraham Taufiq tersebut diperiksa secara tuntas dan tidak memberikan kesaksian palsu atau direkayasa dan dilakukan pemeriksaan forensik terhadap sidik jari yang melekat pada setir mobil Pajero sport dengan nomor polisi DH 1371 CD, sehingga sejak awal langsung di identifikasi siapa sebenarnya yang mengendarai kendaraan Pajero itu saat menabrak kliennya.

Kecelakaan yang terjadi pada tanggal (16/6/2025) itu kata Meridian, selain menyebabkan dokter Abraham meninggal juga mengakibatkan Modesta Uak yang mengalami luka serius akibat benturan. Jika Obed Naitboho dan istinya sejak awal bersikap jujur dan beritikad baik mendatangi dan meminta maaf kepada keluarga korban / korban, Meridian yakin kasus Lakalantas ini tidak akan menjadi viral dan menghebohkan seperti saat ini.

Terduga Pelaku usai memberikan keterangan oleh Penyidik

Selaku Anggota DPRD NTT dari Partai NasDem periode 2024 – 2029 dan juga mantan Wakil Bupati TTS periode 2014 – 2018 yang sangat paham tentang prinsip-prinsip pertanggungjawaban hukum, mengapa Obed Naitboho membiarkan sopirnya melarikan diri ? Apakah sang sopir merupakan anak kandung Obed Naitboho sehingga dia menyuruhnya melarikan diri guna menutupi identitas dan jejak kejahatannya ? ” tandas Meridian. ( tim)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version