Kece Cup 2026 Siap Bangkitkan Sepak Bola Kecamatan Ende, Ajang Talent Scouting dan Pembinaan Pemain Muda

Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket. Foto: Persiapan Pertandingan Pada Turnamen Sepak Bola Kece Cup 2026 di Kecamatan Ende. Istimewa

Redaksi76.com || Ende – Turnamen sepak bola antar desa bertajuk Kece Cup 2026 menjadi momentum penting dalam upaya pembinaan dan pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial di Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kompetisi yang mulai bergulir sejak 2 Juli 2026 di Lapangan Nangakeo, Desa Bheramari itu kini telah memasuki fase krusial menuju babak perempat final.

Ketua Panitia Kece Cup 2026, Dominikus Palo, mengatakan turnamen tersebut merupakan edisi perdana yang digagas oleh sekelompok pemuda dengan visi membangun ekosistem sepak bola di tingkat kecamatan sekaligus membuka ruang kompetitif bagi talenta lokal.

“Selama ini Kecamatan Ende belum memiliki kompetisi sepak bola yang mampu menjadi wadah pembinaan pemain. Karena itu kami berinisiatif menghadirkan Kece Cup sebagai ajang untuk melakukan talent scouting terhadap pemain-pemain terbaik dari setiap desa. Mereka nantinya diharapkan dapat dipersiapkan untuk memperkuat tim pada kompetisi tingkat kabupaten,” kata Dominikus saat ditemui di sekretariat panitia, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, Kece Cup 2026 diikuti oleh 17 klub yang mewakili sejumlah desa di Kecamatan Ende. Meski jumlah desa di kecamatan tersebut mencapai 32 desa, partisipasi pada edisi perdana dinilai cukup menggembirakan dan menjadi fondasi bagi penyelenggaraan kompetisi yang lebih besar pada masa mendatang.

“Ini baru penyelenggaraan pertama sehingga baru 17 klub yang ambil bagian. Kami optimistis pada edisi berikutnya partisipasi akan semakin meningkat,” ujarnya.

Dominikus menegaskan, apabila penyelenggaraan tahun ini berjalan sukses, panitia berkomitmen meningkatkan level kompetisi dengan menghadirkan sistem piala bergilir serta penyelenggaraan yang lebih profesional.

“Target kami, Kece Cup tidak berhenti sebagai turnamen biasa, tetapi berkembang menjadi kompetisi tahunan yang memiliki nilai prestise dan menjadi kalender sepak bola Kecamatan Ende,” katanya.

Ia berharap pemerintah, baik di tingkat kecamatan maupun Kabupaten Ende, dapat memberikan dukungan konkret terhadap pengembangan sepak bola akar rumput (grassroots football).

Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan pemerintah menjadi faktor penting dalam melahirkan pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.

“Kami berharap pemerintah memberikan dukungan, baik secara moral maupun material. Tujuan utama turnamen ini adalah membangun pembinaan usia muda dan mencetak pemain yang nantinya mampu bersaing di kompetisi tingkat kabupaten, termasuk ajang seperti Bupati Cup,” ujarnya.

Tidak hanya menjadi arena persaingan antarklub, Kece Cup 2026 juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Selama pertandingan berlangsung, kawasan di sekitar lapangan dipadati pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan tingginya animo penonton untuk berjualan.

Panitia menegaskan seluruh pelaku UMKM diberikan kesempatan membuka lapak tanpa dipungut biaya sebagai bentuk dukungan terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

“Kami membebaskan para pelaku UMKM untuk berjualan di sekitar lapangan. Dengan begitu, selain menghadirkan hiburan olahraga, turnamen ini juga mampu menggerakkan ekonomi lokal,” kata Dominikus.

Salah seorang pelaku UMKM, Mila, mengaku kehadiran Kece Cup membawa dampak positif terhadap pendapatan para pedagang.

“Kami sangat senang karena setiap hari bisa berjualan dan memperoleh penghasilan. Harapan kami, turnamen seperti ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun,” ujarnya.

Senada dengan itu, salah seorang pemain peserta, Lempeng, menilai Kece Cup menjadi panggung bagi pemain muda untuk menunjukkan kualitas sekaligus mengembangkan kemampuan bertanding.

“Turnamen ini memberikan kesempatan kepada kami untuk menunjukkan kemampuan di lapangan. Semoga Kece Cup terus berlanjut sehingga semakin banyak talenta muda dari Kecamatan Ende yang muncul dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” katanya.

Kece Cup 2026 tidak hanya menghadirkan atmosfer kompetisi yang kompetitif, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola akar rumput di Kecamatan Ende.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, turnamen ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya pemain-pemain potensial yang kelak mampu memperkuat klub maupun tim daerah Kabupaten Ende di berbagai ajang resmi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version