“Ada kontradiksi yang perlu kita kritisi. Mengapa tidak ada gerakan penolakan terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara dan solar yang jelas-jelas menghasilkan polusi berbahaya? Kita bahkan menggelontorkan subsidi solar mencapai Rp1 triliun setiap tahun,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Gubernur Melki juga menyinggung adanya kepentingan tertentu di balik aksi penolakan terhadap pembangunan geothermal.
Ia menilai sebagian besar penentang proyek tersebut merupakan pihak-pihak yang selama ini mendapat keuntungan dari industri batu bara dan minyak.
“Prinsip saya sederhana: yang baik kita pertahankan, yang kurang baik kita perbaiki, dan yang buruk kita hentikan. Tapi untuk geothermal, ini bukanlah sesuatu yang bermasalah. Jangan sampai karena opini yang tidak berdasar, kita justru menjadi bahan tertawaan publik,” pungkasnya.
Penulis: Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
