Energi Perubahan dari Jalan El Tari: Asti Laka Lena Seruhkan Perempuan NTT Harus Menjadi Motor Transformasi Sosial

Ket. Foto: Kegiatan Jalan Sehat Menyongsong HUT RI ke 80.Dari Jalan Eltari Kupang Ketua TP PKK Provinsi NTT Serahkan Perempuan Harus Menjadi Motor Penggerak Bagi Transformasi Sosial. Istimewa

Redaksi76.com Pagi yang cerah di Jalan El Tari, Kota Kupang, menjadi saksi semangat kolektif ratusan perempuan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyatu dalam gerakan bertajuk “Bergerak Bersama, Belajar Bersama”.

Sebuah aksi yang melampaui sekadar kegiatan fisik, namun mengandung nilai-nilai pemberdayaan, solidaritas, dan kesadaran gender yang mendalam.

Dibalut dalam balutan kain tenun khas berbagai daerah di NTT – dari Timur, Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Belu, Rote, Sabu, Lembata, Alor, hingga Sumba – para perempuan hadir dengan penuh kebanggaan akan jati dirinya.

Pakaian adat bukan sekadar simbol budaya, melainkan representasi dari identitas, keteguhan, serta kekuatan kolektif perempuan NTT dalam menghadapi tantangan zaman.

Di antara para peserta, tampak sosok sentral Asti Laka Lena, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, yang hadir mengenakan sarung tenun yang anggun dipadu dengan kaus bertema PKK.

Dengan penuh semangat, Asti memimpin langkah para perempuan dari berbagai latar profesi – ibu rumah tangga, pendidik, pelajar, aktivis, hingga aparatur sipil negara – menyusuri jalan El Tari dalam sebuah pawai kesadaran sosial.

“Perempuan NTT bisa. Bisa bersuara, bisa berkarya, dan bisa memimpin,” tegas Asti dalam orasinya yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta.

Lebih dari sekadar jalan sehat, kegiatan ini merupakan wadah ekspresi aspirasi perempuan NTT.

Sepanjang rute, para peserta menyuarakan seruan untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak, menegakkan hak-hak fundamental kaum perempuan, serta mendorong keberanian untuk menulis dan membagikan kisah hidup – sebagai inspirasi dan penggerak perubahan sosial.

Rangkaian kegiatan juga diramaikan oleh stan-stan edukatif yang menawarkan informasi mengenai perlindungan hak perempuan dan anak, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta ruang berbagi cerita dan pengalaman dari berbagai komunitas perempuan di NTT.

Menurut Asti Laka Lena, momentum ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah gelombang transformasi. Ia menyerukan agar perempuan NTT tidak hanya bergerak secara fisik, namun juga bergerak dalam pemikiran, tindakan, dan solidaritas.

“Bukan untuk saling menjatuhkan, tetapi untuk saling mengangkat dan memampukan,” pungkasnya.

Meski peluh menetes dan langkah terasa berat, semangat para peserta justru semakin menyala. Dari wajah-wajah penuh senyum dan mata yang bersinar, lahirlah energi baru – optimisme bahwa perempuan NTT tidak hanya mampu berjalan bersama, tetapi juga mampu menjadi pelopor perubahan, pemimpin di komunitasnya, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan di bumi Flobamora.

Gema kalimat “Perempuan NTT Pasti Bisa” menggema sepanjang jalan, menjadi mantra kebangkitan yang akan terus terpatri dalam benak dan tindakan mereka – menuju NTT yang inklusif, adil, dan setara.

Penulis: Arnold Dewa

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version