” Konstruksinya yang dikerjakan oleh kontraktor sangat baik hanya jenis tanah dititik itu adalah ekspansif (seperti lempung) yang menyusut dan mengembang yang menyebabkan terjadinya penurunan permukaan aspal. Itu terjadi wilayah – wilayah tebing” tandasnya.
Menurut PPK Jarot, untuk mencegah keretakan sambungan, infilrasi air, dan kerusakan dini pada pinggir aspal, pihaknya menggunakan rabat beton (perkerasan kaku). Jenis kerusakan seperti yang diberitakan itu kata Jarot, ternyata terjadi pada satu bidang dengan rabat beton yang mengami penurunan dan pelemahan dari tanah dasar itu sendiri.
“Kerusakan itu terjadi akibat punurunan tanah sehingga rabat betonnya juga patah. Dan ini diluar kendali dua belah pihak, tapi catatan kita bahwa penyedia memiliki masa pemeliharaan selama 3 tahun. Kita minta inisiasi dari PT. BCTC untuk tetap menjaga badan jalan itu sehingga kerusakan itu tidak terlalu besar dan memberikan mobilitas kepada masyarakat.” tandasnya.
Menurut Jarot, untuk mencegah terjadinya penurunan tanah dan patahan yang tidak terlalu besar akan dibangun TPT ataupun bronjongnisasi sambil menyesuaikan kesediaan anggaran. Sementara itu kerusakan di titik lain tersebut terjadi akibat gerusan sungai dan itu diluar penanganan. ” Jadi perlu diluruskan bahwa anggaran yang tersedia hanya galian saluran tanah biasa ya, bukan saluran parmanen karena kita kejar panjangnya aspal, jadi itu diluar penanganan” tandasnya.
Menurut Jarot, longsoran tersebut akibat gerusan sungai (erosi tebing) yang terjadi saat hujan deras dimana arus sungai. “Kondisi kerusakan itu diluar penanganan PT BCTC artinya itu tidak dianggarkan dalam item pekerjaan.” tandasnya.
Namun untuk mengantisipasi kerusakan badan jalan maka akan dilakukan perbaikan struktural (Hard Engineering). penanganan kata dia, digunakan untuk kerusakan berat yang memerlukan penguatan fisik permanen yaitu dengan menimbun batu kali pada dasar saluran yang tanah yang tererosi dengan batu riprap untuk mencegah erosi lebih lanjut (scour).
Disaksikan media ini, nampak terjadi erosi tebing di saat hujan deras di wilayah itu sehingga arus sungai mengikis kaki tebing tanah secara terus menerus persis berada di sebelah kiri jalan yang menyebabkan hilangnya penyangga alami, tanah runtuh dan bakal merusak badan jalan.
Nampak pula bekas aliran air yang cukup deras yang mengikis tanah di kaki tebing tersebut yang membuat tebing tidak stabil dan runtuh.
Sementara itu nampak kurang lebih 20 meter aspal retak akibat penurunan penurunan tanah di sekitar lereng yang curam. Sebagian material nampak telah tergerus atau longsor akibat pergerakan lateral vertikal sebagai responsi terhadap erosi. Fondasi rabat beton pengikat aspal nampak retak akibat aliran air yang cukup kuat di musim hujan yang membuat tebing semakin curam dan rentan runtuh.( tef)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
