Kecerdasan kepemimpinan juga terlihat dari kemampuan seseorang membaca keadaan. Kapan harus berbicara.Kapan harus mendengar.Kepada siapa harus berbicara.Bagaimana cara berbicara.Dan untuk siapa ia berbicara.
Dede tampaknya memahami hal itu.
Sebagai anak muda Alor, ia juga menunjukkan bahwa memahami kultur dan karakter masyarakat adalah modal kepemimpinan yang sangat penting.
NTT memiliki budaya yang sangat kuat. Masyarakat NTT menghargai kesantunan, penghormatan kepada orang yang lebih tua, hubungan persaudaraan, ketulusan, dan keberanian menyampaikan kebenaran dengan cara yang bermartabat.
Ketika seorang anak muda mampu membawa nilai-nilai tersebut dalam berkomunikasi dengan pemerintah pusat, maka ia tidak hanya sedang berbicara sebagai pribadi. Ia sedang membawa suara dan karakter masyarakatnya.
Dan mungkin itulah salah satu alasan mengapa peristiwa ini mendapatkan perhatian luas dari masyarakat NTT yang mengetahuinya.
Dede belum selesai belajar.
Justru ia baru memulai perjalanan pendidikannya sebagai mahasiswa.
Tetapi kehidupan sering kali memberikan pelajaran kepemimpinan jauh sebelum seseorang mendapatkan gelar, jabatan atau kekuasaan.
Kepemimpinan tidak selalu dimulai dari kursi kekuasaan. Kadang-kadang kepemimpinan dimulai dari keberanian untuk peduli.
CALON PEMIMPIN MASA DEPAN?
Apakah Dede sudah menjadi seorang pemimpin?
Tentu belum dalam pengertian formal.
Tetapi apakah ia menunjukkan bibit-bibit kepemimpinan? Itu yang layak untuk diperhatikan.
Seorang anak muda yang mampu mendapatkan perhatian seorang Menteri, kemudian membuat pemerintah bergerak memberikan respons terhadap kebutuhan masyarakat, tentu memiliki daya komunikasi dan daya pengaruh yang patut dicermati.
Apalagi jika kemampuan tersebut dibangun bukan dengan kesombongan, bukan dengan menghardik, bukan dengan merasa paling tahu, tetapi melalui kesantunan, penghormatan dan ketulusan.
Itulah modal yang sangat berharga.
Dede masih memiliki perjalanan panjang.
Ia masih harus menyelesaikan pendidikan, memperluas wawasan, belajar tentang pemerintahan, ekonomi, politik, hukum, masyarakat dan berbagai persoalan pembangunan.
Yang paling penting, jangan sampai perhatian publik yang datang hari ini membuatnya kehilangan kerendahan hati.
Jika ia mampu menjaga karakter tersebut, terus belajar, memperluas pengalaman, tetap dekat dengan masyarakat dan menggunakan kemampuannya untuk kepentingan orang banyak, maka bukan tidak mungkin apa yang kita lihat hari ini hanyalah awal dari perjalanan panjang seorang calon pemimpin masa depan.
Karena pemimpin yang besar tidak selalu lahir dari mereka yang sejak awal berada di panggung kekuasaan.
Kadang-kadang, ia muncul dari seorang anak muda yang masih duduk di bangku kuliah, kemudian suatu hari berdiri di hadapan orang besar, menyampaikan permohonan dengan suara yang santun, dengan mata yang berkaca-kaca, dan berkata dari dalam hati:
“Saya datang bukan untuk diri saya. Saya datang untuk masyarakat saya.”
Dan mungkin, di situlah kekuatan Dede.
Ia masih mahasiswa semester pertama, tetapi sudah memahami satu hal yang sangat penting dalam kepemimpinan: mengetahui kapan harus berbicara, kepada siapa harus berbicara, bagaimana harus berbicara, dan untuk siapa ia harus berbicara. Itulah kepemimpinan yang dimulai dari hati.
Dr. Ir. Karolus KARNI LANDO, MBA
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
