Umpan panjang dari Dandy (23) melayang indah ke kotak penalti, disambut sundulan keras dari Guntur Muhamad (8).
Bola meluncur deras melewati kiper Ende Utara, mengoyak jala dan mengguncang tribun. Maurole FC unggul 1-0.
Sementara Guntur merayakan golnya dengan mengepalkan tangan ke udara, mata rekan-rekannya memancarkan harapan baru.
Namun babak kedua membuka babak baru dalam cerita pertandingan ini. Ende Utara bangkit.
Dengan formasi 4-2-3-1 yang solid, mereka mengendalikan permainan. Bola berpindah dari kaki ke kaki dengan rapi, membuat Maurole harus berlari lebih keras.
Puncaknya terjadi di menit ke-65. Servin (7), dengan naluri tajam seorang striker, menyambut umpan matang dari lini tengah. Sundulannya tak terbendung. Skor kembali imbang – 1:1.
Pertandingan semakin keras. Tekel demi tekel dilancarkan. Wasit Kusni Muhamad harus enam kali mengeluarkan kartu kuning – empat untuk Maurole, dua untuk Ende Utara. Tensi tinggi nyaris meledakkan emosi pemain dan pelatih.
Dan ketika peluit panjang ditiup, tak ada pemenang. Tapi tak ada yang benar-benar kalah. Karena yang tersisa adalah peluh, semangat, dan respek.
“Lawannya berat. Tapi kami tetap bertahan,” ujar pelatih Maurole, Konstantinus, dengan nada bangga. Sementara pelatih Ende Utara, Ruslan Lanos, menerima hasil dengan kepala tegak. “Hari ini dewi fortuna belum berpihak. Tapi kami akan kembali.”
Di pinggir lapangan, penonton mulai bubar. Tapi bagi mereka yang menyaksikan laga ini, semangat dua tim dari dua penjuru kabupaten telah membekas.
Di Marilonga, pada sore itu, sepak bola bukan hanya permainan – ia adalah pertunjukan jiwa, harapan, dan kebanggaan lokal.
Penulis : Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
