Ende – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di wilayah timur Indonesia kembali menegaskan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan.
Di Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, momentum ini dimaknai secara substantif oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melalui penyelenggaraan upacara yang sarat refleksi dan komitmen bersama.
Bertempat di halaman SMP Negeri 1 Detusoko, Welamosa, Sabtu (2/5), upacara tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, para kepala sekolah, guru, siswa dari jenjang SD hingga SMA, serta tokoh masyarakat.
Camat Wewaria, Fidelis Bela, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa Hardiknas harus menjadi titik tolak evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pendidikan, khususnya di Kecamatan Wewaria.
“Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk membaca secara jujur potret pendidikan kita—mulai dari fasilitas hingga mutu pembelajaran,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kurang lebih terdapat 29 satuan pendidikan di Wewaria yang terdiri dari 25 SD, 2 SMP, dan 3 SMA. Namun, sebagian besar masih menghadapi keterbatasan mendasar, mulai dari infrastruktur sekolah, ketersediaan perangkat teknologi, hingga kekurangan tenaga pendidik berstatus ASN. Bahkan, dalam beberapa kasus, jabatan kepala sekolah masih diisi oleh tenaga non-ASN.
Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian serius dan intervensi berkelanjutan dari pemerintah agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
