TP PKK Provinsi NTT Salurkan bantuan Paket Sembako Bergizi bagi 30 Anak dalam Momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Ket. Foto: Ny. Asti Laka Lena Beri Bantuan Gizi Bagi 30 Anak di NTT. Istimewa

Redaksi76.com Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Asti Laka Lena, secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako bergizi kepada 30 anak dari keluarga penerima manfaat (KPM), yang berlangsung di lokasi stan Pameran Pangan TP PKK NTT pada Sabtu, 16 Agustus 2025.

Bantuan ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan program strategis Pokja IV TP PKK, yang secara khusus menangani permasalahan stunting dan peningkatan kualitas gizi anak.

Sejak awal masa kepemimpinannya, Ny. Asti Laka Lena telah menekankan pentingnya kerja nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan ketahanan keluarga.

Salah satu fokus utama TP PKK di bawah kepemimpinannya adalah menurunkan prevalensi stunting melalui pendekatan berbasis komunitas, termasuk optimalisasi peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan gizi.

“Program intervensi gizi ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Kami hadir langsung di tengah masyarakat, menghadirkan solusi melalui pemberian asupan gizi tambahan berupa beras, telur, dan susu kepada anak-anak yang membutuhkan. Ini adalah stimulus awal agar kondisi gizi mereka dapat segera membaik,” ungkap Ny. Asti dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa bantuan sembako tersebut diperuntukkan secara eksklusif bagi anak-anak, oleh karena itu tidak boleh konsumsi oleh anggota keluarga lainnya, termasuk orang tua.
Penekanan ini dimaksudkan untuk memastikan intervensi gizi ini benar-benar tepat sasaran.

Tak hanya itu, Ny. Asti juga menyampaikan pesan mendalam terkait pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi kesejahteraan bangsa.

“Keluarga harus benar-benar merdeka, terbebas dari tekanan sosial dan ekonomi. Kemerdekaan yang sejati bermula dari rumah – dari keluarga yang harmonis, sehat, dan bahagia,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan bahwa tanggung jawab dalam pengasuhan anak tidak hanya terletak di pundak ibu, melainkan merupakan peran kolaboratif antara ayah dan ibu.

“Ketika kedua orang tua terlibat aktif dalam mendidik dan mengasuh anak, maka tumbuh kembang anak akan lebih optimal – baik secara fisik, emosional, maupun psikososial,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Provinsi NTT kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan unggul.

Bantuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat fondasi kesehatan anak-anak di NTT serta mempercepat upaya penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Penulis: Arnold Dewa

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version